Fokus

Dalang Terorisme Adalah Orang Sampaikan Ayat Hanya Sepotong

Ciri-ciri Takfirisme

JAKARTA – Kasatgas Nusantara Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan bahwa terorisme merupakan musuh bersama yang harus dilawan. Dalam perlawanan itu, ia mengatakan pentingnya peran tokoh agama yang mampu mencegah pemikiran radikal menyebar.

Baca: Buya Syafii: Tangkal Radikalisme dengan Menjunjung Tinggi Pancasila

“Terorisme adalah musuh kita bersama. Saya yakin dengan pengetahuan yang dimiliki oleh para Kiai, Ulama, Ustaz bisa meluruskan paham-paham radikal,” kata Gatot di hadapan jemaah Masjid Al Aula, Sawangan, Depok, Jumat (25/5/2018).

Disampaikannya, tindak terorisme yang terjadi di Mako Brimob Depok, Surabaya, dan Riau menunjukkan masih adanya gerakan radikal di Indonesia.

Terkait cap pelaku teroris yang dikaitkan dengan agama, Gatot menjelaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan. Ia menilai para pelaku teroris merupakan orang yang memaksakan kebenaran dari versinya sendiri.

Baca: Hasan Nasrallah: Barat dan Kelompok Takfiri Tak Ingin Lihat Umat Islam Bersatu

“Saya yakin dan percaya tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan, termasuk agama Islam. Tidak ada dalam Islam mengajarkan terorisme, betul enggak pak Kiai?” ujarnya. Dalam kunjungan ke Masjid Al Aula guna melaksanakan shalat Isya’ dan Tarawih, Gatot didampingi Wakasatgas Nusantara Brigjen Pol M. Fadil.

Sekitar 18 menit Gatot berbicara di hadapan jemaah, ia mengaku miris setelah membaca survei dari Wahid Foundation. Pasalnya, hasil survei itu menyebut ada 7,7 persen atau 11 juta masyarakat Indonesia yang berpotensi melakukan tindak radikal.

Ia menjelaskan bila paham radikal itu dapat menghasilkan pelaku terorisme di Indonesia. “Karena paham-paham radikal itu biasa disampaikan kepada mereka yang rentan, siapa mereka yang rentan. Mereka itu adalah yang masih usia muda atau yang pemahaman agamanya setengah-setengah, itu yang berbahaya,” papar Gatot.

Baca: Wasekjen Hizbullah: Perangi Takfiri dan Teroris Tidak Bisa dengan Hanya Mengecam

Mengenai dalang pelaku terorisme, ia mengatakan orang yang memiliki kharisma dapat lebih mudah mempengaruhi orang lain melakukan terorisme. Mereka mengetahui ayat-ayat dalam kitab suci lalu menyampaikan ayat tersebut secara sepotong-sepotong hingga paham radikal diyakini sebagai kebenaran. Selain lewat sosok yang memiliki kharisma, Gatot mengatakan paham radikal dapat disebarkan melalui media sosial. (SFA)

Sumber: TribunNews

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Terduga Teroris 'Bersarang' di Kampus Riau | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: