Fokus

Dai Wahabi Hina TNI-Polisi dan Sebut NKRI Negara Kafir Republik Indonesia

Senin, 27 Maret 2017 – 14.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Aqil Siradj sebelumnya telah menjelaskan bahwa ekspansi ISIS di Indonesia 2017 tenryata terbukti. Beberapa hari ini ada salah satu dai Takfiri Wahabi pendukung Khilafah, Syamsudin Uba mengatakan Indonesia negara kafir, TNI dan Polisi Tidak akan diterima sholatnya. (Baca: GAWAT.. ISIS Aktif Sebarkan Propaganda ‘Khilafah’ di Sejumlah Masjid di Jakarta)

Dalam video saat diwawancarai oleh salah satu media mengatakan sebagai berikut :

  • Indonesia adalah negara yang tidak berdasar dan tidak sesuai dengan khilafah yang diajarkan Islam. NKRI adalah negara kafir Republik Indonesia.
  • Saat ini sudah ada pemimpin dunia dari umat Islam, yaitu Abu Bakar Al Baghdadi yang berjuang untuk agama dan mendirikan negara khilafah.
  • Sejak jaman Nabi, Islam sudah menghadapi fitnah dan diperjuangkan dengan pertumpahan darah, sehingga apa yang ditunjukkan oleh Al Baghdadi di Irak dan Suriah adalah hal yang benar dan harus dilakukan demi tegaknya Islam.
  • Para jamaah harus berani menyatakan diri sebagai warga negara khilafah dan pemimpinnya adalah Abu Bakar Al Baghdadi.
  • Orang-orang, ulama, dan para dai yang melaksanakan aturan buatan manusia seperti konstitusi, pancasila, demokrasi dan lain sebagainya serta tidak mendukung Al Baghdadi untuk memperjuangkan ajaran tauhid, maka tidak diterima shalat dan amal ibadahnya oleh Allah, termasuk diantaranya TNI, Polri sehingga orang yang shalat dibelakang TNI dan Polri tidak diterima oleh Allah.
  • Berharap seluruh jamaah yang bergerak pada aksi bela Islam untuk berbai’at pada Abu Bakar al Bahgdadi dan berjuang untuk mewujudkan negara khilafah, dilansir dari Muslimoderat.

Pada bulan Februari 2016 Syamsudin Uba juga memproklamirkan tentang Negara Islam, hukum Tuhan ditegakkan penuh dan tidak ada intimidasi dari negara luar,” ujar penceramah bernama Syamsudin Uba. “Dan dengan pengorbanana nyawa dan harta mereka memproklamirkan Negara Islam,” tambahnya. (Baca: Abu Janda Al-Boliwudi: Kelompok Khilafah Pemakar NKRI, Pembenci Pancasila dan Anti Nasionalisme)

Menurut catatan, Syamsuddin pernah ditahan terkait penyebaran propaganda ISIS, namun dibebaskan dengan alasan tidak ada aturan hukum yang bisa dipergunakan untuk menjeratnya. “Meskipun orang kafir tidak mengakui Negara Islam ini, meskipun PBB tidak mengakuinya, namun umat Islam tidak memerlukan pengakuan mereka,” kata Syamsuddin dalam ceramahnya.

“Umat Islam hanya butuh pengakuan dari tuhan dalam negara yang menegakkan hukum-hukum tuhan. Biarpun orang kafir tidak menyukainya,” tambahnya lagi. Dalam rekaman itu terlihat jelas bendera ISIS. Terlihat pula bahwa pembicara lainnya giat mendorong mereka yang hadir untuk pergi ke Suriah demi “kehidupan yang lebih baik”. (Baca: Inilah Slogan Pembodohan HTI-Kelompok Khilafah yang Ingin Hancurkan NKRI)

“Begitu anda tiba disana Insya Allah, anda tidak perlu membayar sewa rumah, tagihan listrik dan air,” katanya.

“Anda akan mendapat pembagian makanan, gaji bulanan, tunjangan kesehatan gratis,” tambahnya. Pembicara itu bahkan menjanjikan diperbolehkannya pernikahan antar ras di ISIS.

Ketika ceramah selesai dan tidak ada lagi ancaman, ABC kembali ke masjid itu dan menemui pengurus masjid. Seorang pengurus masjid mengaku tidak tahu-menahu bahwa ceramah yang barusan berlangsung merupakan kegiatan propaganda ISIS. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: