Fokus

DAHSYAT! Belanja Militer Arab Saudi Lampaui Rusia

Mohammed Bin Salman

RIYADH – Arab Saudi telah melampaui Rusia dalam pengeluaran militer terbesar ketiga di dunia, setelah terjebak dalam perang mematikan di Yaman selama beberapa tahun terakhir.

Kerajaan kaya minyak itu meningkatkan pengeluarannya menjadi 69,2 miliar dolar pada 2017, naik 9,2 persen dari tahun sebelumnya, Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan dalam sebuah laporan terbaru pada hari Rabu. Ini adalah 10 persen dari PDB negara.

Baca: New York Times: Rakyat Saudi Berhemat, Sang Raja Hidup Berfoya-foya

Hal ini menempatkan rezim Riyadh lebih tinggi dalam daftar belanja militer daripada Rusia, yang sebesar (66.3 miliar dolar), Perancis (57.7 miliar dolar), India (63.9 miliar dolar) dan Inggris (47.1 miliar dolar), menurut laporan itu, seperti dilansir PTV (02/05).

Seperti yang diharapkan, Amerika Serikat menduduki puncak dengan pengeluaran 609,7 miliar dolar, diikuti oleh China pada 228,2 miliar dolar. Analis SIPRI memperingatkan bahwa peningkatan pengeluaran militer oleh negara-negara seperti Arab Saudi bukanlah pertanda baik.

“Meskipun harga minyak rendah, konflik bersenjata dan persaingan di seluruh Timur Tengah mendorong kenaikan belanja militer di kawasan itu,” kata Pieter Wezeman, seorang peneliti senior SIPRI.

Baca: Arab Saudi, Negeri Dongeng Tapi Nyata

Meskipun menghabiskan miliaran dolar untuk perang yang menghancurkan dan memiliki perangkat militer mutakhir, kegagalan Saudi dalam menundukkan pejuang Houthi Yaman sangat mencengangkan.

Pada bulan Maret 2015, Arab Saudi dan koalisi sekutu regionalnya – terutama Uni Emirat Arab dan Yordania – memulai perang melawan Yaman dengan tujuan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah, yang telah mengambil alih pemerintah dari sekutu Riyadh yang setia dan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Tiga tahun lebih perang telah berlalu dan lebih dari 600.000 orang tewas dan terluka di Yaman, tapi hanya menghasilkan sedikit efek. Para penguasa di Riyadh telah merahasiakan biaya perang, tetapi berbagai perkiraan telah dikemukakan oleh berbagai sumber dan organisasi berita dalam beberapa tahun terakhir.

Baca: “Dekrit” Kebangkrutan Saudi

Sebuah laporan mengatakan militer Arab Saudi terbukti menjadi pasukan yang tidak efektif meskipun pengeluaran militer kerajaan sangat besar.

Sebuah penelitian di Harvard telah menyimpulkan bahwa perang itu telah menghabiskan biaya sekitar 200 juta dolar per hari. Setiap bulan, menurut perkiraan oleh Brookings Institute, Riyadh mengucurkan 5-6 miliar dolar untuk agresi militer.

Sementara angka pastinya masih belum diketahui, bukan rahasia lagi bahwa ini merupakan pertempuran yang mahal bagi orang-orang Saudi yang kekurangan uang, mungkin salah satu alasan mengapa kerajaan itu menjual 1,2 miliar dolar AS dari kepemilikannya sebesar 9,2 miliar dolar dalam ekuitas Eropa pada akhir 2015.

Baca:Bantuan Saudi kepada Yaman Hanya Pencitraan dan Kepalsuan

Perancis, Inggris dan Jerman serta sejumlah negara Eropa lainnya juga terus mengambil keuntungan dari perang Yaman, menjual peralatan militer canggih ke Saudi meskipun ada kecaman internasional. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: