Eropa

DAHSYAT! AS Butuh 500 Rudal untuk Cegat 1 Rudal Sarmat Rusia

Jum’at, 23 Maret 2018 – 07.34 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Seorang mantan jenderal Rusia membongkar cara bagi Amerika Serikat (AS) untuk dapat bisa mencegat serangan rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat. Dalam watku dekat, ICBM Sarmat atau dikenal sebagai rudal Setan 2 akan masuk layanan tempur Pasukan Rudal Moskow.

Viktor Bondarev, mantan Komandan Pasukan Kedirgantaraan mengatakan bahwa untuk mencegat atau menembak jatuh satu ICBM Sarmat, AS setidaknya butuh 500 rudal anti-balistik. “Ini adalah kesimpulan yang dicapai oleh para ahli Barat,” kata mantan jenderal Rusia ini kepada RIA Novosti pada hari Kamis (22/3/2018).

Baca: DAHSYAT! Rusia Segera Produksi Rudal Sarmat & Kereta Api Nuklir Berguzin

Rudal antarbenua bernama resmi RS-28 Sarmat ini disebut bisa menghancurkan area seluas Texas, negara bagian kedua terbesar di Amerika Serikat. Negara bagian ini seluas 696.241 kilometer persegi.

Laman Daily Mail menyebut, pengujian rudal ini sudah dilakukan Oktober tahun lalu. Peluncuran saat itu dilakukan di Plesetsk, Rusia bagian barat. “Rudal ini akan mulai digunakan pada 2019,” kata otoritas pertahanan Rusia.

Rudal ini bisa membawa hulu ledak 40 megaton alias 2.000 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Rudal RS-28 Sarmat, yang dijuluki Setan 2 oleh NATO, memiliki kecepatan tertinggi 4,3 mil (7 km) per detik dan telah dirancang untuk mengalahkan semua sistem perisai anti-rudal, tulis The Times.

Rudal ini diperkirakan memiliki jarak jangkauan 6.213 mil (10.000 km), yang akan memungkinkan Moskow menyerang London dan kota-kota Eropa lainnya serta mencapai kota-kota di pantai barat dan timur Amerika. Rusia meluncurkan gambar pertama dari rudal nuklir terbesarnya ini pada Oktober 2016.

Baca: Rudal Rusia Terbaru “Satan 2” Yang Mampu Hancurkan Perancis

Menurut saluran televisi militer pertahanan Zvezda, rudal ini bisa membawa muatan yang bisa ‘melenyapkan Inggris, Prancis atau Texas’. Tes pertama direncanakan untuk tahun lalu namun tertunda. Kemudian ada penundaan lebih lanjut pada bulan Maret dan April. Rudal tersebut akan menggantikan R-36 Voevoda, yang disebut NATO sebagai ‘Setan’ pada tahun 1970-an.

Bondarev, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Pertahanan Senat Rusia, juga membanggakan rudal hipersonik Kinzhal yang kemampuannya jauh lebih hebat.

“Kinzhal (sistem rudal udara yang diluncurkan dengan kekuatan hipersonik) juga kebal terhadap sistem (pertahanan udara) musuh, dan dijamin akan mencapai target apa pun,” ujar Bondarev.

Baca: Putin Pamerkan Rudal Nuklir Tak Bisa Dicegat, AS Ketakutan dan Kecam Rusia

Presiden AS Donald Trump telah menyuarakan keprihatinan atas pengembangan rudal dan torpedo nuklir yang mampu mengalahkan sistem pertahanan rudal Amerika. Keprihatinan Trump itu disampaikan saat melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Vladimir Putin beberapa hari lalu.

Kepala Komando Strategis AS Jenderal John Hyten di hadapan Senat juga mengakui bahwa militer AS saat ini tidak memiliki cara untuk menghentikan rudal hipersonik Kinzhal yang merupakan senjata strategis baru Rusia.

Rudal RS-28 Sarmat yang oleh NATO dinamai SS-X-32 Snowflake adalah ICBM termonuklir. Rudal ini beratnya mencapai sekitar 10.000 kg dan memiliki jangkauan terbang hingga sekitar 10.900 km.

Presiden Putin telah mengomentari status kesiapan RS-28 Sarmat dan senjata lainnya dalam pidato kenegaraan pada 1 Maret 2018 lalu. Senjata baru ini dirancang sebagai respons asimetris terhadap sistem pertahanan rudal AS, serta penyebaran pasukan AS dan NATO di dekat perbatasan Rusia.

Moskow pernah sengaja membocorkan informasi tentang rudal Sarmat pada tahun 2007 dalam upaya untuk menghalangi AS agar tidak mengejar ambisinya guna menciptakan sistem pertahanan rudal global. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: