Nasional

Cuitan Tengku Zulkarnaen Lecehkan Nabi, Benarkah?

Cuitan Tengku Zulkarnaen
Cuitan Tengku Zulkarnaen

JAKARTA – Terkait peristiwa Bir Ma’unah. Saat itu, Abu Barra’ meminta Nabi SAW untuk mengirimkan sekelompok pendakwah ke Najd. Awalnya, Nabi SAW keberatan karena khawatir akan keselamatan para pendakwah tersebut. Namun, Abu Barra’ secara tegas menyatakan akan menjamin keselamatan mereka. Akhirnya, Nabi SAW setuju dan mengirimkan 40 orang sahabat untuk berdakwah ke Najd. Sesampainya di daerah Bir Ma’unah, tak lama kemudian mereka dibunuh oleh Amir bin Tufail (salah seorang pimpinan suku di Najd).

Baca: Puisi Panas Denny Siregar Kepada Tengku Zulkarnaen

Cuitan @ustadtengkuzul “Pada Peristiwa Bir Mauna Nabi Pernah Dibohongi oleh Bani Udhal dan Qarra dari Najd. Mereka Minta Guru utk Mengajari Mrk Ilmu Islam. 70 Shahabat Nabi yg Diutus ke Sana Habis Dibantai.Adakah Umat Islam yg Menyalahkan Nabi Akibat Tipuan Ahli Najd Meski 70 Nyawa Melayang? Jgn Bodoh”.

Dari peristiwa ini terlihat bahwa Nabi SAW tidak tertipu. Karena, para pendakwah tersebut tidak terbunuh di tangan Abu Barra’. Ia telah menepati janjinya untuk menjamin keselamatan para pendakwah tersebut. Akan tetapi, Amir bin Tufail (keponakan Abu Barra’) melakukan pengkhianatan. Ia berusaha menghasut sukunya untuk membunuh para pendakwah tersebut, namun ditolak oleh sukunya karena ada jaminan keselamatan dari Abu Barra’ (pimpinan tertinggi suku tersebut). Akhirnya, Amir bin Tufail memperoleh bantuan dari suku-suku lain untuk membunuh para pendakwah tersebut.

Baca: Gus Ishom: Tinggalkan Semua “Ustadz Hijrah” Penghina Nabi

Peristiwa ini murni pengkhianatan dan perbuatan keji yang dilakukan Amir bin Tufail, bukan tipu muslihat Abu Barra’. Dengan demikian, Tengku Zulkarnain sudah melakukan kesalahan historis yang fatal.

Selain itu, Tengku Zulkarnain seolah ingin mengatakan bahwa Prabowo cs adalah korban penipuan Ratna Sarumpaet, sebagaimana Nabi SAW juga menjadi korban penipuan. Karena itu, Prabowo cs tidak semestinya disalahkan pada kasus penipuan Ratna. Ini juga kesalahan fatal Tengku Zulkarnain, yang telah menyetarakan dua kasus yang sangat berbeda secara teks maupun konteks.

Prabowo cs berangkat dari kebencian, sehingga mereka berupaya keras untuk mencari-cari peluang dalam menjatuhkan lawan politik. Karena itu, ketika Ratna Sarumpaet menyampaikan “cerita penganiayaan”, seketika langsung digoreng habis-habisan. Mereka tidak merasa perlu untuk mengonfirmasi cerita tersebut, karena cerita itu merupakan peluang besar bagi mereka untuk meruntuhkan lawan politik.

Baca: TGB: Ulama Harus Lawan Politisasi Agama Jangan Diam

Sedangkan Nabi SAW berangkat dari rasa cinta kepada umat manusia. Beliau ingin mencerahi mereka dan menunjukkan jalan yang lurus kepada mereka. Sebagaimana fungsi beliau sebagai utusan dan wakil Allah di muka bumi. Jadi, kalaupun beliau ditipu ketika sedang menjalankan misinya tersebut, jelas itu bukan kesalahan beliau. Apalagi faktanya, yang terjadi pada peristiwa Bir Ma’unah adalah pengkhianatan, bukan ketertipuan.

Alhasil, Tengku Zulkarnain sebaiknya tidak asal bunyi. Membawa-bawa nama Nabi SAW demi menutupi kebodohan sejatinya hanyalah bentuk pelecehan kepada Nabi SAW. Wallahu A’lam. (SFA)

Penulis: M. Anis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: