Asia

CIA & Intelijen Korsel Rencanakan Pembunuhan Kim Jong-Un dengan Zat Kimia

Sabtu, 06 Mei 2017 – 06.07 Wib,

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan badan intelijen Korea Selatan telah merencanakan pembunuhan terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan menggunakan “zat biokimia” selama acara seremonial publik di Pyongyang, menurut media pemerintah, KCNA. (Baca: Presiden Korut Ancam Keras Zionis Israel)

Kementerian Keamanan Korut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa CIA merencanakan “pembunuhan dengan menggunakan zat biokimia termasuk zat radioaktif dan zat nano beracun adalah metode terbaik yang tidak memerlukan akses ke sasaran.”

Pernyataan itu menyebutkan plot tersebut setara dengan “deklarasi perang” oleh Amerika Serikat terhadap Korea Utara. Ini terjadi karena ketegangan antara Pyongyang dan Amerika Serikat meningkat seiring dengan peningkatan militer AS di Semenanjung Korea dan Korea Utara yang melakukan uji coba nuklir dan rudal balistik. (Baca: Kim Jong-un Imperialisme AS Sudah Berakhir)

Pernyataan tersebut mengatakan CIA dan dinas intelijen Korea Selatan “secara ideologis merusak dan menyuap seorang warga DPRK yang bermarga Kim” untuk membunuh pemimpin Korea Utara tersebut.

“Kami akan menemukan dan tanpa ampun menghancurkan teroris CIA dan boneka (dinas intelijen) Korea Selatan,” kata pernyataan tersebut.

“Kejahatan keji, yang baru-baru ini ditemukan dan dihancurkan di DPRK, adalah semacam terorisme yang tidak hanya melawan DPRK tapi juga keadilan dan hati nurani manusia serta tindakan menghancurkan masa depan umat manusia,” tambahnya.

Dalam sebuah langkah mengejutkan awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia “akan merasa terhormat” untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, sehari setelah Trump memuji Kim sebagai “a pretty smart cookie”. (Baca: Korut Ancam AS Perang Total dan Akan Terus Uji Rudal)

“Saya dapat memberitahu Anda, dan banyak orang tidak suka ketika saya mengatakannya, tapi dia adalah seorang pemuda berusia 26 atau 27 tahun ketika dia mengambil alih kekuasaan dari ayahnya, saat ayahnya meninggal. Dia berurusan dengan orang-orang yang sangat sulit, terutama para jenderal dan lainnya,” kata Trump kepada NBC News pada hari Minggu.

Ketegangan dengan Korea Utara telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintahan Trump telah berulang kali memperingatkan “semua opsi ada di meja” mengenai Korea Utara.

Presiden AS telah berulang kali mengancam Kim dengan tanggapan militer terhadap tes rudal berhulu ledak nuklir, dan mengirim kapal perang dan kapal selam nuklir ke perairan Korea. Trump bahkan memerintahkan dua serangan besar di Suriah dan Afghanistan bulan lalu, keduanya dipandang sebagai peringatan keras Korea Utara. (Baca: Amerika Aktifkan Sistem Pertahanan Rudal THAAD di Korsel)

Korea Utara, sebagai tanggapannya, telah meningkatkan tes misilnya bahkan mengisyaratkan sebuah uji coba nuklir baru dalam beberapa minggu mendatang. Korut juga telah memperingatkan AS dan sekutu regionalnya seperti Korea Selatan dan Jepang mengenai respons militer yang kuat jika terjadi invasi.

Meski mendapat sanksi dan tekanan internasional, Pyongyang telah berusaha untuk memperkuat kemampuan militernya demi melindungi diri dari ancaman yang ditimbulkan oleh kehadiran pasukan AS di wilayah tersebut.

Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada pencegahan nuklirnya kecuali Washington mengakhiri kebijakan permusuhannya terhadap Pyongyang dan membubarkan kamp militer AS di Korea Selatan dan Jepang, dimana ribuan tentara AS ditempatkan disana. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: