Asia

China Peringatkan AS dan Korut untuk Hentikan Retorika Perang

Sabtu, 12 Agustus 2017 – 07.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, CHINA – Amerika Serikat dan Korea Utara telah diperingatkan agar tidak meningkatkan retorika dan melakukan ancaman terhadap satu sama lain. China, Rusia dan Jerman adalah negara yang menyatakan keprihatinannya tentang status quo. (Baca: Panasi Korut, 2 Pesawat Pembom AS & Jet Tempur Korsel-Jepang Latihan Bersama)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang meminta kedua belah pihak pada hari Jum’at untuk menghindari “retorika dengan bergantian menunjukkan kekuatan dan terus meningkatkan ketegangan”.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa pihak tersebut harus berusaha untuk meredam retorika berapi-api mereka dan mengatakan bahwa hal-hal tersebut akan meningkatkan ketegangan karena kekhawatiran internasional berkembang sehingga keduanya dapat memulai konflik yang menghancurkan. (Baca: Kemajuan Teknologi Rudal Korut, China dan Rusia Sebabkan AS Ketakutan)

“Kami meminta pihak-pihak terkait untuk berhati-hati dengan kata-kata dan tindakan mereka, dan berkontribusi lebih banyak untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan rasa saling percaya,” kata Geng dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan retorika dari Washington dan Pyongyang mengenai program nuklir Korea Utara sekarang “berjalan di atas puncak.” Dia mengatakan Moskow berharap akal sehat akhirnya akan menang.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia tidak melihat solusi militer terhadap krisis Korea Utara. Retorika yang meningkat, menurutnya, adalah “jawaban yang salah” terhadap masalah Korea Utara.

Ketegangan di Korea Utara meningkat pada bulan Juli, ketika Pyongyang dua kali berhasil menguji rudal balistik antar benua (ICBM) yang mampu menargetkan daratan AS. Cina telah berulang kali mengatakan perdamaian di Semenanjung Korea terletak pada solusi diplomatik. (Baca: Intelijen AS: Tidak Lama Lagi Korut Serang AS dengan Rudal Nuklir)

Beijing mengatakan dimulainya kembali perundingan enam negara antara kedua Korea, Amerika Serikat, Rusia, China dan Jepang adalah jalan menuju perdamaian. Namun, posisi China telah dibayangi oleh ancaman konstan dari Presiden AS Donald Trump dan reaksi Korea Utara terhadap mereka. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: