Fokus

Captagon, Doping yang Menjadikan ISIS Begitu Sadis dan Brutal

Jum’at, 18 Agustus 2017 – 08.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Sampai sekarang banyak yang terheran-heran kenapa militan ISIS di Irak ataupun di Suriah dapat melakukan kebrutalan diluar batas-batas kemanusian. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sebab dan dorongan mengapa ISIS melakukan hal ini. Saya masih meyakini bahwa dasarnya, manusia itu baik. Punya naluri untuk tidak menyakiti ataupun dengan keji memperkosa, membunuh, sampai memenggal kepala sesamanya. Hanya saja, faktanya, ada fenomena dimana militan-militan ISIS di Timur Tengah, banyak melakukan tindakan di luar batas-batas kemanusiaan. (Baca: Boko Haram Ingin Dirikan ‘Khilafah’ Tapi Tak Bisa Ngaji dan Suka Narkoba)

Beberapa pihak menyebutkan bahwa  keberanian yang luar biasa dan tidak takut mati para militan ISIS dan kelompok bersenjata di Suriah dan Irak disebut sebagiannya disebabkan karena mereka menenggak pil Captagon. Obat yang menstimulasi energi dan kewaspadaan ini beredar luas di medan perang Suriah.

Para ilmuwan mengatakan bahwa, “doping yang dikenal dengan nama Fenethylline atau yang memiliki nama komersial Captagon merupakan amphetamine yang dosisnya ditingkatkan dan termasuk senyawa kimia yang unik yang memungkinkan untuk membuat efek yang yang kuat yang jauh lebih cepat dibandingkan amphetamine biasa”. (Baca: Teroris Majalengka Niat Jual Sabu dan Bom Untuk Danai Aksi Teror di Indonesia)

Kim Ganda, seorang peneliti senior di tim Scripps Research Institue mengatakan kepada para wartawan melalui sambungan telepon bahwa penelitiannya terhadap Captagon dilakukannya setelah ia mengetahui bahwa Captagon merupakan stimulus yang mampu meningkatkan kinerja dari para militan ISIS dan sumber untuk meningkatkan semangat juang mereka.

Orang-orang yang mengkonsumsi obat ini secara otomatis konsentrasi dan kefokusannya dalam tugas tertentu akan meningkat dan akan mengurangi stress.

Ganda mengatakan bahwa “saya tidak mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan mereka mengkonsumsi obat ini? Karena efeknya tidak logis”.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Captagon ini, tim Ganda menggunakan tikus dan memproduksi Captagon di laboratorium mereka, tim ini menemukan bahwa obat ini menghasilkan efek berbeda melalui kerjasama fungsional antara teofilin, yakni obat bius yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit pernafasan dan amphetamine yang merupakan stimulant (perangsang).

Ganda mengatakan bahwa “kombinasi ini secara signifikan dapat meningkatkan karakteristik psikologis amphetamine, sehingga tampaknya logis sekarang mengapa mereka mengkonsumsinya”.

Para militan di Suriah diketahui menggunakan Captagon untuk bisa bertahan dalam pertempuran. Tidak hanya itu, Captagon juga sangat populer dikalangan anak konglomerat di Timur Tengah. Para militan ISIS mengkonsumsi Captagon sebagai obat yang menstimulasi mereka saat perang, dengan begitu, semakin banyak konsumsi Captagon, semakin banyak uang yang dihasilkan untuk membiayai perang ini. Obat ini menciptakan perasaan euforia pada penenggaknya, membuat militan ISIS mampu tidak tidur berhari-hari, tidak memiliki rasa takut, dan tidak gemetar ketika membunuh. (Baca: Antri Gajian, ISIS Ledakkan Diri di Aden 45 Tentara Pro Hadi Tewas)

Ramzi Haddad, ahli fisika dari Lebanon, kepada Reuters mengatakan bahwa obat itu menciptakan efek stimulan pada penggunanya. “Obat ini membuat seseorang tidak bisa diam, tidak bisa tidur, tidak perlu makanan, dan memberikan energi,” kata Haddad.

Namun obat ini memiliki efek samping, yaitu penyakit gila dan kerusakan otak. Obat ini ilegal di negara Arab, namun sangat populer di Timur Tengah dan Asia Barat. (SFA)

Sumber: Arabic.rt

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: