Fokus

Cakap Menohok Anak Medan Untuk Zaadit Taqwa Ketua BEM UI

Sabtu, 10 Februari 2018 – 12.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Cakap Anak Medan Untuk si Zaadit Itu. Cemana kabar kau, lae Zaadit? Ngetop kali ko sekarang ya. Tapi ku tengok lebih banyak yang marah dari pada yang suka sama kau. Rame kali kutengok cerita tentang kau di media sosial, di berita-berita juga. udah jadi seleb kau ya.??

Baca: Surat Terbuka Yusuf Muhammad Kepada Ketua BEM UI

Kau pulak, ntah hapa2 aja tingkah kau, banyak cengkunek ko nya

Dari pertama kali kubaca cerita tentang ko ngasih kartu kuning ke pak Jokowi, palak kalipun aku liat kau.., kimbek la sama kau dit..

Ini kita bicara men to men- ya.., Tapi serius aku.

Ko kelahiran tahun berapa, Dit? Pas kejadian Mei 98 ko udah bisa baca belum?

Kebetulan aku udah umur 20 tahun lebih waktu itu. Jadi aku bisa menilai dengan mata kepalaku sendiri mulai jaman presiden Soeharto sampai pak Jokowi sekarang ini.

Dit, aku lahir dan besar di Medan. Sampai remajalah. Sisanya aku merantau dalam dan luar negeri. SMA pun udah jadi anak kost nya aku di Bandung.

Kalo kau? Udah pernah ko merantau? Kau anak Jakarta atau Depok?

Kalau belum pernah merantau cobalah jalan-jalan, biar tambah pengalaman kau. Biar gak kurang piknik juga.

Supaya kau lihat apa saja yang sudah dikerjakan pak Jokowi. Kalau ko di Depok aja cemana mau tau.

Biar kau tau, Dit.. kemarin aku ke Siantar. Taunya kau di mana itu? Itu dekat Danau Toba, 126 km dari kota Medan.

Baca: Muhammad Zazuli Bongkar Jejak Hitam Digital Media Milik Kader PKS

Seumur hidupku baru ini ada jalan tol arah sana. Perjalanan jadi lebih cepat dan nyaman.

Sebelumnya Medan cuma punya tol Belmera yang panjangnya 34 km, itupun tahun 80-an.

Ko bilang pula jalan tol hanya dinikmati orang yang bermobil, ya iyalah, masa berbecak masuk tol? Aku naik bus ya, bukan mobil pribadi. Jadi jalan tol itu juga dinikmati oleh rakyat.

Aku punya beberapa kawan di Papua, Dit. Dulu tahun ’96 aku pernah bawa kawanku orang Nabire ke Jakarta.

Kau tau apa dibilangnya? Dia bilang, “Bagaimana orang Papua tidak kecewa, sungai tidak ada tapi jembatan (jalan layang) banyak, sedang diPapua jalan saja susah”.

Baru di jaman pak Jokowi-lah dibangun ribuan kilometer jalan di Papua sana.

Itu pula kau sok-sokan kasih kartu kuning sama pak Jokowi? Macam betol aja pun kau!.

Untung gak ada yang silap.., kalau tidak, bisa retak dada kau

Aku tak kenal kau secara pribadi. Tak ada alasanku benci sama kau. Tapi cara ko itu gak cocok kurasa.

Lagian kudengar pak Jokowi dijadwalkan bertemu dengan kalian anak BEM UI kan? Gara-gara ulah kau jadi batal.

Baca: Curhatan Pedas Fahri Hamzah Bongkar Borok PKS

Jadi apa maksudmu sebenarnya? Yang cari perhatiannya kau? Biar nampak paten?

Apa gak lebih baik kau rasa kalau kalian jumpa langsung? Kan bisa di situ kalian sampekan uneg-uneg kalian.

Curiga aku. Dimana-dimana orang demo itu ingin ketemu sama pejabat atau presidennya.

Masa presiden sudah dijadwalkan bertemu dengan kalian justru kau *tekel* di tengah jalan.

Jadi kau sebenarnya sengaja supaya batal atau cemana? Apa sebenarnya modus kau ini?

Apa kau takut kalau kawan-kawan kau minta selfie sama pak Jokowi trus kau jadi gak di-openi?

Kemarin kubaca di berita kau menolak difasilitasi Pemerintah untuk ke Asmat, Papua. Kau bilang gak mau pakai uang negara.

Jujurlah kau dulu, itu bukan ilmu kan? Bukan sengaja mengulur-ulur waktu sampe orang lupa kan?

Nanti kau bilang pula uangnya belum cukup-cukup.,

Padahal uang pemerintah kan uang rakyat juga. Jadi tak ada juga salahnya difasilitasi Pemerintah asal memang untuk kepentingan rakyat.

Kalau untuk beli gadget buat main Mobile Legend memang gak boleh. Kalau itu dari uang jajan ko lah pulak..

Kudengar anak UGM dan UKSW sudah mengirim utusannya ke Asmat, Papua.

Padahal mereka gak ada pamer-pamer kartu macam kau, tiba-tiba udah gerak aja mereka.

Pekerjaan pak Jokowi memang belum semua selesai, tapi masa jabatannya juga belum habis.

Satu periode saja udah segitu banyak pembangunan. Makanya harus 2 periode biar makin paten negara kita.

Cobalah kau perhatikan, jujur kau dulu sama dirimu sendiri, gak usah kau bilang sama siapa-siapa, pernah rupanya kita punya presiden macam ini? Yang benar-benar ngebut membangun negeri ini.

Baca: NGAKAK! Eko Kuntadhi: FATWA POLITIK ALA PKS

Ribuan kilometer jalan, ratusan kilometer jembatan, puluhan bendungan, belasan bandara dan pelabuhan laut, puluhan ribu rumah murah, banyak lagi, akupun sampe lupa.

Ada rupanya presiden kita yang pernah buat gitu? Dalam waktu yang singkat pula.

Ini bukan cerita kombur dan koyok2, kaukan bisa buktikan sendiri. Kalau perlu kau ukur pake meteran jalan-jalan yang sudah terbangun itu. Biar yakin kau.

Jadi udahlah, bagus-bagus aja kau belajar. Biar bangga orang tuamu. Kalau sudah tamat, kerja yang benar.

Setelah itu masuk ke dalam sistem dan berbuatlah untuk masyarakat, dimulai dari keluarga dan orang di sekelilingmu. Itu baru laki-laki… Cocok ko rasa?. (SFA)

Sumber: Seword

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: