Fokus

Cak Nun: Turki Meremehkan NKRI

Minggu, 31 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Erdogan Obok-Obok Indonesia seperti yang dilakukan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang meminta semua fasilitas yang berkaitan dengan Fethullah Gulen dihentikan. Termasuk sekolah-sekolah di Tanah Air yang berkaitan dengan Gulen juga diminta untuk ditutup.

Budayawan Emha Ainun Najib menyebut Kedutaan Besar Turki meremehkan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cak Nun, panggilan akrabnya, menyebut Turki tidak melakukan konfirmasi.

“Negara Indonesia punya pemerintahan. Harusnya sebelum memberikan pernyataan, harus dilakukan pengecekan. Berarti itu ngeremehin negara Indonesia,” kata Cak Nun, di Bantul, Yogyakarta, Jumat (29/7/2016).

Cak Nun menganggap, sulit diterima jika sekolah-sekolah yang pernah bekerja sama dengan lembaga dari Turki dikaitkan dengan perkara terorisme. Ia berpandangan, kedua anaknya yang sekolah di SMP-SMA Kesatuan Bangsa Billingual Boarding School Yogyakarta, Aqiela Fadiya Haya (kelas XI SMA) dan Jembar Tahta Aunillah (kelas IX SMP), sangat mudah dikontrol serta bisa diketahui segala aktivitasnya.

“Negara tentu punya database, punya intelijen. Jadi tahu apa yang terjadi di negara. Jadi tahu potensi teroris. Kalau ada yang membahayakan akan tahu,” ujarnya.

Suami Novia Kolopaking ini menganggap, Turki menjadi negara yang paling tidak bisa mencari informasi. Ia mempertanyakan tuduhan sekolah yang sempat berhubungan dengan Fethullah Gulen diidentikan dengan masalah terorisme, sekuler, atau eksrem kiri.

Menurutnya, Erdogan semestinya melakukan tabayun saat hendak mengumumkan sesuatu.

“Di dalam kejadian apa saja, antara di kampung dan politik, rumusnya sama. Kalau ada berita, info, ada cek dan ricek atau tabayun. Kalau ada berita, info, ber-tabayun-lah biar tidak merugikan kelompok, lalu besoknya kamu menyesal. Saya kira, Pemerintah Indonesia akan melakukan hal sama. Harus ada keseimbangaan info,” katanya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kedutaan Besar Turki di Indonesia menyebut aktivitas sembilan sekolah harus dihentikan. Penyebabnya, lembaga pendidikan itu dianggap berafiliasi dengan Fethullah Gullen.

Tokoh muslim yang kini bermukim di Amerika itu disebut Presiden Erdogan sebagai dalang di balik kudeta gagal beberapa waktu lalu. Pemerintah berkuasa menyebut organisasi Gullen sebagai Fethullah Terrorist Organization (FETO).

“Hal ini penting untuk menyatakan bahwa setelah upaya kudeta yang dilakukan oleh organisasi teroris FETO, sejumlah negara memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan itu,” tulis Kedutaan Besar Turki di Indonesia dalam sebuah pernyataannya.(SFA)

Sumber: MetroNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: