Fokus

Buya Syafii Maarif: Isu Perppu Ormas Digoreng Untuk Pemilu 2019

Senin, 17 Juli 2017 – 16.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menyoroti serangan-serangan terhadap pemerintah. Buya menduga serangan-serangan itu ditujukan untuk kepentingan Pemilu 2019. Setelah bertemu dengan Jokowi, Buya menuturkan ada sejumlah hal yang dibahas. Salah satu yang diceritakannya adalah percakapan soal popularitas Jokowi. (Baca: Buya Syafii Maarif: Saya Tidak Rela Negara Ini Dikuasai Sumbu Pendek)

“Lalu kan orang tanya Presiden, nanti popularitas Bapak gimana? Presiden (jawab), ‘Saya ndak perlu popularitas, ini rakyat yang punya’. Saya bilang berani sekali, jadi orang kurus begitu ternyata berani,” kata Buya Syafii kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Buya mengatakan sejumlah kebijakan baru pemerintah ‘digoreng’ oleh lawan politik, di antaranya soal Perppu Ormas. Buya juga bertanya kepada Jokowi tentang hal tersebut jika dikaitkan dengan popularitas sang Presiden. Jokowi tak takut popularitasnya turun karena Perppu Ormas?

“Iya ini tadi ada Perppu segala macam itu toh. Kan melawan umat Islam. Islam yang mana? Saya kan menghargai, walaupun itu Perppu atau pengadilan apalah itu kan, ini kan digoreng isu menuju 2019, dan Jokowi nggak peduli itu, 2019. Jadi menurut saya, yang penting bangsa negara ini. Dia ndak punya beban, ndak punya beban apa-apa, dan ndak korup, dan juga bukan pengusaha besar, ya mebellah,” ucapnya. (Baca: Denny Siregar: Buya Syafii Maarif Sang Juru Selamat Muhammadiyah)

Selain isu Perppu Ormas, Buya menyebut suasana politik saat ini sudah tidak sehat dan kurang bermartabat. Termasuk gorengan isu soal kunker Presiden yang membawa keluarga lengkap ke Turki dan Jerman. Menurut Buya, hal tersebut tak sehat.

“Jadi kan karena Presiden bawa anak-cucu (saat kunjungan kerja ke luar negeri, red) semua orang sudah ramai digoreng, jadi ini tidak sehat. Jadi suasana yang tidak sehat. Politik kita yang kurang bermartabat ini jadi membungkam para petarung, bukan saja Presiden, tapi juga menteri-menteri, dirjen-dirjen harus mempertimbangkan,” tuturnya. (SFA)

Sumber: DetikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: