Eropa

Brutal di Yaman, Rakyat Inggris Desak Pemerintah Stop Penjualan Senjata Ke Saudi

Senin, 17 Juli 2017 – 16.47 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Surat kabar The Independent mengungkapkan bahwa Inggris harus mengakhiri penjualan senjatanya kepada Arab Saudi, karena pada saat ini negara ini telah dituduh melakukan pembantaian besar-besaran terhadap warga sipil dalam agresi brutalnya di Yaman dengan mendesak Theresea May sebagai kepala pemerintahan. (Baca: The Guardian: Tangan Inggris Berlumuran Darah Warga Yaman)

Menurut surat kabar Inggris ini, mayoritas rakyat Inggris meyakini bahwa Inggris jelas-jelas melakukan kesalahan ketika memberikan senjata bernilai miliaran pound kepada Arab Saudi. Mayoritas masyarakat Inggris juga menginginkan pemerintah untuk merilis laporan yang mengungkapkan tentang pendanaan Arab Saudi terhadap kelompok ekstrimisme-Islam di Inggris meskipun hal tersebut akan merusak hubungan mesra yang terjalin antara Inggris dengan sekutu utamanya ini.

Sebuah survei yang diterbitkan surat kabar Inggris ini menunjukkan akan ketidakpuasan publik yang mendalam akan hubungan erat antara Inggris dan tirani Saudi yang terlibat dalam perang yang telah menghancurkan kehidupan negara tetangganya Yaman.

Sementara itu, PBB dan para pengamat lainnya menuduh Arab Saudi telah melakukan berbagai kejahatan perang termasuk mengebom rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah dan acara-acara pernikahan saat berusaha mengalahkan pasukan Ansarullah Houthi. (Baca: Perdagangan Senjata Antara Inggris dan Saudi Hanya Untuk Bunuhi Warga Yaman)

Selain itu, PBB juga telah mengumumkan bahwa Yaman telah mengalami “bencana kemanusiaan yang parah” di mana rusaknya sistem drainase dan menyebabkan lebih dari 300.000 orang menderita penyakit kolera.

Sejak pecahnya perang di Yaman pada Maret 2015 silam, Inggris telah melegitimasi penjualan senjata senilai 3,3 miliar pound kepada Arab Saudi, termasuk bom-bom dan rudal-rudal senilai serta bahan peledak lainnya senilai 1,1 miliar pound.

Sementara itu, survei yang dilakukan oleh “PMG Research” mengungkapkan bahwa hanya 18% masyarakat Inggris yang mendukung penjualan senjata Inggris kepada Arab Saudi yang melancarkan agresi barbar di Yaman.

Anggota Partai Liberal Demokrat, Tom Barak mengatakan bahwa “Alih-alih bertindak tegas dengan Saudi dan berbicara dengan keras, Inggris justru menyediakan senjata untuk mereka”.

Pada pekan lalu, Mahkamah Agung Inggris telah memutuskan bahwa pemerintah Inggris tidak melanggar hukum ketika meneruskan penandatanganan penjualan senjata kepada Arab Saudi. (Baca: Riyadh Akui AS dan Inggris Bantai Rakyat Yaman)

Surat kabar Independent mengatakan bahwa “tampaknya keputusan Mahkamah Agung tersebut dikeluarkan dengan sudut pandang hukum yang sempit terkait apakah pemerintah Inggris telah mengikuti prosuder yang tepat dan bertindak rasional dalam mempertimbangkan resiko di balik penjualan senjata tersebut”.

Sehari setelah putusan tersebut, Menteri Dalam Negeri Inggris mengumumkan bahwa pemerintah tidak akan merilis laporan terkait Arab Saudi dan selainnya terkait tuduhan pendanaan asing kepada ekstrimisme-Islam di Inggris,

Amber Rudd mengatakan bahwa laporan yang diinstruksikan mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron harusnya ditangani  dengan serius dengan alasan “keamanan nasional”. (Baca: Riyadh Akui AS dan Inggris Bantai Rakyat Yaman)

Namun, jajak pendapat independen yang dilakukan surat kabar Inggris menunjukkan bahwa 64% masyarakat menginginkan laporan tersebut bisa diakses seluruh masyarakat dan hanya 11% masyarakat yang mencegah dirilisnya laporan tersebut. (SFA)

Sumber: Arabic.SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: