Eropa

Boris Johnson Diam-diam Setujui Penjualan Senjata ke Saudi Untuk Sikat Yaman

Senin, 13 Februari 2017 – 10.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah mendesak pemerintah Inggris untuk melanjutkan penjualan senjata ke Arab Saudi, bahkan setelah Riyadh membom upacara pemakaman di Yaman pada Oktober lalu, yang menewaskan lebih dari 140 orang dan memicu kecaman global. (Baca: Media Inggris Bongkar Transaksi Senjata AS dan Saudi Untuk Teroris ISIS)

Dalam surat tertanggal satu bulan setelah pemboman Saudi, Johnson menekan Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional Liam Fox untuk terus mengirim senjata ke Arab Saudi, tulis surat kabar The Guardian.

“Saya sadar Anda telah menangguhkan keputusan pada empat aplikasi lisensi ekspor untuk memasok Royal Saudi Air Force dengan peralatan yang dapat digunakan dalam konflik di Yaman”, tulis Boris Johnson. (Baca: Perdagangan Senjata Antara Inggris dan Saudi Hanya Untuk Bunuhi Warga Yaman)

“Masalah ini sangat sensitif, tapi saya menilai saat ini Saudi berkomitmen baik untuk meningkatkan proses dan mengambil tindakan dengan penuh kehati-hatian untuk mengatasi kegagalan/insiden individu”, tulis Menteri Luar Negeri Inggris. (Baca: Transaksi Jahat Perusahaan Senjata Inggris dengan Saudi)

Fox menunda penandatanganan ekspor senjata lebih lanjut untuk angkatan udara Saudi, tetapi menyetujui kembali mempersenjatai Riyadh atas permintaan Johnson.

Dalam surat balasan Johnson tanggal 17 November, Fox memperingatkan bahwa situasi di Yaman tetap berisiko. “Saya setuju bahwa ini adalah situasi yang sangat kompleks dan sangat berisiko… Saya menerima bahwa kita harus terus, dan izin ekspor ke Arab Saudi atas dasar kasus per kasus,” tulis Fox.

“Dengan demikian saya ingin memperjelas dengan Anda tentang risiko yang melekat dalam membuat keputusan ini, bukan hanya karena situasi pemboman upacara pemakaman di Yaman”, tambahnya.

Tom Brake, anggota parlemen dari Liberal Demokrat mengecam pemerintah Inggris yang telah menyetujui penjualan senjata ke Riyadh. “Kampanye Arab Saudi di Yaman telah menelan biaya puluhan ribu nyawa dan meninggalkan sebuah negara pada kehancuran, serta pemerintah Inggris terlibat dalam tragedi itu”. (Baca: The Guardian; Inggris Jegal Penyelidikan Kejahatan Saudi di Yaman)

Serangan udara Saudi pada tanggal 8 Oktober pada upacara pemakaman di ibukota Yaman Sanaa, merupakan salah satu insiden paling berdarah dalam konflik yang telah memakan korban jiwa lebih dari 11.000 orang Yaman.

Arab Saudi melancarkan perang melawan Yaman pada Maret 2015 dalam upaya untuk memulihkan kembali pemerintahan mantan presiden Abd Robuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Boris Johnson Diam-diam Setujui Penjualan Senjata ke Saudi Untuk Sikat Yaman | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: