Nasional

BNPT Minta Warga Jatim Waspadai Rekrumen Teroris Gaya Baru

Senin, 03 April 2017 – 09.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, KEDIRI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, saat ini terjadi pergeseran pola rekrutmen anggota baru kelompok teroris.

BNPT juga meminta kepada masyarakat di wilayah Jawa Timur (Jatim) agar waspada pembaiatan dan perekrutan kelompok radikal atau teroris melalui media sosial (Medsos). Kini, rekrutmen anggota dilakukan melalui dunia maya. Pola ini juga melahirkan adanya pengambilan sumpah setia atau baiat secara online. (Baca: Kepala BNPT: Indonesia Seperti Suriah Jika Tidak Punya UU Terorisme yang Pas)

“Ini adalah salah satu bagian dari antisipasi tentang radikalisme, karena sekarang pembaiatan tidak harus tatap muka. Sekarang melalui medsos bisa,” kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius di sela sosialisasi pencegahan terorisme dan radikalisme saat Harlah Muslimat NU ke 71 di Gor Jayabaya Kota Kediri, Minggu (2/4/2017).

Suhardi menambahkan, salah satu cara menyebarkan virus teroris melalui medsos yakni dengan menyebarkan muatan negatif dengan ayat-ayat yang dianggap benar, secara intens. Sehingga saat terus menerus dicekoki, masyarakat akan percaya dan akan melakukan komunikasi secara intens dengan faham radikalisme ini. (Baca: Surat ‘Ancaman’ Terbuka Pendukung Daulah Islamiyah kepada Pemerintah, TNI, Densus, BNPT, DPR, MPR)

“Dan antisipasi pembaiatan melalui medsos ini, kita ada kontra narasi dan kontra pro paganda. Sehingga jika ada muatan negatif, kita bisa konter dengan kontra narasi dan ini diimbangi dengan ahli agama dan pakar yang kita miliki,” jelasnya.

Pihaknya memiliki cara mengantisipasi pembaiatan melalui medsos. Selain memiliki media untuk kontra narasi, BNPT menggandeng satgas Kominfo untuk membendung maraknya konten yang bemuatan negatif menggunakan ayat yang dianggap golongan radikalisme benar. (Baca: Kepala BNPT: JAD Kelompok yang Diwaspadai Saat Ini di Indonesia)

“Kami juga menggandeng Kominfo untuk membendung maraknya konten yang bemuatan negatif menggunakan ayat yang dianggap golongan radikalisme benar,” tegasnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: