Nasional

Blanko E-KTP Di-markup Jadi Rp 16 ribu, Padahal Harganya Rp 4.700

Rabu, 15 Maret 2017

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, Presiden Joko Widodo marah saat mengetahui harga satuan blanko e-KTP di-markup menjadi Rp 16 ribu per keping. Padahal, harga semestinya hanya Rp 4.700 per keping.

Melambungnya harga per keping e-KTP tersebut, kata Tjahjo, merupakan akar dari kasus korupsi e-KTP yang menelan anggaran Rp 6 triliun tersebut. Tjahjo menambahkan, pihaknya telah melakukan audit terhadap pembuatan e-KTP.

“Intinya ya yang Bapak Presiden sempat marah ya itu kan indikasinya kan nilainya kan Rp 4.700 perlembar, tapi kan di-markup sampai Rp 16.000 itu yang menjadi masalah hukum,” kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3).

Tjahjo menjelaskan, kasus e-KTP menyedot energi Kementerian yang saat ini ia pimpin. Ia menyebutkan dalam satu tahun, 68 pejabat Kementerian Dalam Negeri harus bolak-balik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan.

Dampaknya, kata Tjahjo, proses lelang e-KTP yang seharusnya sudah selesai harus menunggu sisa 4,5 juta e-KTP sampai Maret 2017. Meski begitu, Tjahjo mengklaim audit kinerja mengenai data e-KTP yang bermasalah sebelumnya dianggap sudah selesai.

“Karena ini yang sudah merekam dengan data tunggal, clear. Jadi kalau progres reportnya semua gak ada masalah,” tukasnya. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: