Nasional

Birgaldo Sinaga: Angkat Topi untuk Banser NU

Rabu, 25 Oktober 2017 – 16.33 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh media sosial (Medsos) Birgaldo Sinaga dalam akun facebooknya menulis tentang bagaimana Banser dan Ansor berjibaku menghadapi kelompok anti Pancasila dan kelompok radikal yang ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia, Birgaldo sangat mengapresiasi dan angkat topi untuk Banser NU, berikut tulisannya:

ANGKAT TOPI UNTUK BANSER NU

Kemarin rakyat Indonesia bergembira dan bersyukur. Pasalnya Perppu Ormas disahkan DPR menjadi UU. Lahirnya Perppu Ormas ini bukan ujug-ujug. Usulan Perppu Ormas yang keras menyembelih ormas anti Pancasila ini berembrio dari kekhawatiran NU atas meraksasanya pengaruh HTI di tengah masyarakat. Satu dekade masa SBY berkuasa, HTI atau organ sejenis HTI yang ingin mengganti Pancasila mendapat lahan subur tumbuh berkembang. Kecambah HTI bertunas lalu beranting dan berdaun lebat. Berbuah dan membelah diri beranak pinak ke penjuru ladang tanah air.

Baca: Denny Siregar, HTI, Khilafah! Banser Kok Dilawan

Syukurlah, Jokowi menang. Asa menjaga Pancasila dari rongrongan khilafah muncul kembali. Tapi tidak mudah bagi pemerintahan Jokowi menggebrak HTI dan afiliasinya. Mereka sudah menjadi organisasi kuat. Manajemen organisasinya solid, militan dan punya sumber finansial yang super. HTI pernah mengisi penuh Stadion GBK berkapasitas 120 ribu orang. HTI sudah punya anggota jutaan orang.

Kader militan HTI bahkan sudah menerobos masuk ke pusat-pusat pemerintahan, TNI, Polri, Kementerian. Bahkan universitas tempat pencetak calon pemimpin satu persatu mereka akuisisi. Lihatlah organ sayap GEMA Pembebasan HTI. Hampir di semua kampus ada. Mereka tidak segan unjuk gigi membuat video menyuarakan khilafah satu-satunya solusi untuk Indonesia.

Banyak kalangan pengamat politik menilai, jika HTI tidak dibubarkan, Indonesia tinggal menunggu waktu saja jatuh seperti Suriah atau Mesir. Bahkan perang saudara antar kita anak bangsa bisa lebih parah lagi dari contoh kedua negara itu.

Baca: Denny Siregar: Kudeta Gagal HTI Hancurkan NKRI

Tapi bagaimana caranya memotong HTI dan organ anti Pancasila lainnya?

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Jika terjadi kebakaran maka muncul pemadam kebakaran. Mumpung apinya belum membakar habis otak 250 juta orang Indonesia, ya dipadamkan saja saat masih apinya kecil. Itu prinsip.

Di tengah membesarnya otot HTI merasuki sendi-sendi masyarakat, muncul Banser NU. Banser NU yang jelas warna ikat kepalanya ini berani menghadang HTI. Dimana HTI bikin tabligh akbar, Banser NU melawan. Banser NU berani hadap-hadapan menghadang serbuan provokasi pendirian negara khilafah versi HTI. Bentrokan kerap terjadi. Buat Banser NU, NKRI harga mati. Siapapun yang mencoba meruntuhkan NKRI itu artinya sama saja membunyikan seruan Jihad Fisabililah Hadratus Syech Hasyim Ashari pendiri NU.

Baca: Ansor, Banser & Pemerintah Kompak Gebuk Ormas Anti Pancasila Perongrong NKRI

Pucuk dicinta ulampun tiba. Penghadangan oleh Banser NU ini didengar Presiden Jokowi. Gus Yaqut Panglima Tertinggi Banser NU mendesak Presiden Jokowi agar mengeluarkan Perppu Ormas. Tidak ada waktu lagi negosiasi atau lobi-lobi. Zero toleransi untuk HTI. Ini soal hidup atau matinya Pancasila. Pancasila berganti, Indonesia tinggal fosil.

Saya harus jujur mengatakan kita Indonesia harus berterimakasih kepada Ormas NU, Ansor-Banser NU dan elemen pendukung lain yang berjibaku di garis depan mengusulkan lahirnya Perppu Ormas ini. Keberanian Panglima Tertinggi Banser Gus Yaqut bertaruh apapun untuk melawan HTI benar-benar membuat saya harus angkat topi dan angkat segelas kopi.

Saya teringat dengan teman-teman Kristen saya yang tenang, adem ayem beribadah menyembah Tuhan. Saya teringat dengan aksi show KKR yang damai dan tenteram penuh ribuan orang dalam satu stadion. Di tempat lain, pasukan Gus Yaqut berjibaku menahan gempuran HTI menguasai Indonesia. Tak kenal rasa takut, tak kenal rasa lelah, tak peduli meninggalkan keluarga, semuanya demi tegaknya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saya kadang jadi malu pada diri sendiri. Andai Indonesia kacau seperti Suriah dan negara kacau balau lainnya, bisakah teman-teman saya itu melaksanakan KKR penyembuhan Ilahi lagi? (SFA)

Sumber: Akun Facebook Birgaldo Sinaga

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: