Headline News

BIADAB! Israel Bantai Pendemo Gaza, 55 Orang Tewas dan 2000 Terluka

Palestina

GAZA – Pasukan tentara Israel menembaki orang-orang Palestina di dekat tembok pembatas jalur Gaza selama demonstrasi “Great March of Return” pada hari Senin, hingga menewaskan sedikitnya 55 orang, termasuk anak-anak dan wanita, serta melukai lebih dari 2.000 orang lainnya saat puluhan ribu demonstran dilaporkan berpartisipasi dalam protes, seperti dilansir FNA (14/05).

Baca: Marah Soal Yerusalem, Presiden Palestina Sebut Dubes AS ‘Anak Anjing’

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Senin bahwa jumlah korban tewas dari orang-orang Palestina yang menjadi martir oleh tembakan Israel dalam bentrokan di perbatasan Gaza telah meningkat menjadi 55 orang, sementara sekitar 2.000 orang lainnya, termasuk anak-anak, wanita dan jurnalis mengalami luka-luka.

“Ini adalah protes terbesar yang kita lihat di perbatasan dengan Gaza sejauh ini,” kata Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel kepada Kann News.

Unjuk rasa itu juga bertepatan dengan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, sejalan dengan pengakuan Washinton tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember, yang semakin mengobarkan ketegangan dan membuat marah warga Palestina.

Baca: Dina Sulaeman: Aksi Bela Palestina Atau Teroris?

Sejak dimulainya demonstrasi, lebih dari 105 warga Palestina telah tewas dan sedikitnya 10.000 orang terluka di sepanjang pagar di Gaza, tanpa ada laporan tentang korban Israel, menurut laporan.

Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB mengecam keras penggunaan “kekuatan berlebihan” Israel terhadap para pengunjuk rasa Palestina di Jalur Gaza. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein telah menekankan bahwa Israel harus menghentikan praktik tersebut dan meminta pertanggungjawaban atas mereka yang bertanggung jawab dengan banyaknya kematian dan cedera.

Beberapa organisasi hak asasi manusia juga mengeluarkan kecaman penuh atas serangan kekerasan Israel terhadap protes sipil besar-besaran tanpa senjata di dalam tanah yang terkepung.

Baca: Pengkhianatan Saudi ke Palestina, Anak Raja Salman Akui Negara Israel

Human Rights Watch (HRW) mengecam pembunuhan Israel terhadap demonstran Palestina sebagai “tidak sah” dan “direncanakan”, serta mengatakan bahwa militer Israel menggunakan kekuatan mematikan menjelang demonstrasi massa di Gaza yang harus disalahkan atas pertumpahan darah.

HRW menambahkan bahwa rekaman demonstrasi Gaza tidak menyertakan bukti pengunjuk rasa menggunakan senjata api, dan mempertanyakan klaim Israel bahwa jumlah orang Palestina yang terluka oleh peluru tajam kemungkinan besar ada dalam lusinan. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Israel Siapkan Serangan Besar-besaran ke Gaza | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: