Amerika

Besarnya Bencana Efek Perang Amerika VS Korut

Jum’at, 29 Desember 2017 – 12.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Opsi militer Amerika Serikat (AS) kepada Korea Utara (Korut) untuk menyelesaikan krisis di Semenanjung Korea akan memiliki “konsekuensi bencana besar,” kata seorang analis politik di Virginia.

Baca: Ahli HAM: Amerika Harus Hindari Konflik Militer dengan Korut

“Invasi yang dilakukan oleh AS ke Semenanjung Korea atau wilayah Korut pasti akan menghasilkan sejumlah besar korban di kedua belah pihak,” kata Keith Preston, editor utama AttacktheSystem com.

“Ini berpotensi menyebabkan penggunaan senjata pemusnah massal,” kata Preston kepada Press TV dalam sebuah wawancara telepon pada hari Kamis.

“Mungkin juga perang itu bisa meningkat; bahwa Cina dan Rusia misalnya, bisa datang untuk membela Korea Utara,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov telah memperingatkan AS terhadap “retorika agresifnya” terhadap Korea Utara.

Baca: Gedung Putih dan Pentagon Masuk dalam Daftar Target Rudal Nuklir Korut

Selama panggilan telepon pada hari Selasa dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson, Lavrov menekankan bahwa tindakan Washington telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

Duta Besar Rusia di Oleg Burmistrov mengatakan pada hari Kamis bahwa ada bahaya ke arah konflik yang tidak beralasan di Semenanjung Korea di tengah ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Pada hari Senin, AS menyetujui dua pejabat senior Korut mengenai program rudal balistik negara tersebut.

Ketegangan telah mendidih di semenanjung Korea sejak awal musim panas ketika Pyongyang menguji dua rudal balistik antar benua (ICBM), kemudian melakukan uji coba nuklir keenam dan paling kuat. Menentang putaran sanksi ekonomi PBB, Korea Utara menguji ICBM baru, Hwasong-15, hampir sebulan yang lalu.

Baca: Pakar Nuklir: Korut Miliki Bom yang Mampu Membunuh 90 % Warga AS

Para ahli mengatakan Korea Utara telah menguasai kemampuan untuk menggunakan ICBM dengan hulu ledak nuklir dalam serangan potensial yang dapat menargetkan seluruh Amerika Serikat, sekutu terdekat Korea Selatan dalam melawan Korea Utara.

Banyak juga yang khawatir bahwa tekanan yang meningkat pada Korea Utara dan ancaman perang terhadap negara yang terisolasi pada akhirnya dapat memicu konfrontasi nuklir di wilayah tersebut. Pyongyang dengan kasar bereaksi terhadap putaran sanksi baru-baru ini yang diadopsi pada hari Jumat lalu, karena uji coba Hwasong-15, dan menyebut sanksi tersebut tindakan perang. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: