Headline News

Bertemu Jokowi, Presiden Niger Sebut Terorisme Rusak Citra Islam

Senin, 16 Oktober 2017 – 15.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Niger Mahamadou Issoufou membenarkan bahwa dirinya telah membahas ancaman terorisme bersama dengan Presiden Joko Widodo pada pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Senin ini, 16 Oktober 2017. Menurutnya, aksi terorisme merusak citra muslim yang juga mayoritas penduduk Niger.

Baca: Ulama Fallujah: Kedok Busuk Teroris Tegakkan Syariat Ala Mereka Bukan Ala Islam

“Kunjungan ini membahas keprihatiann kami terkait terorisme. Agama Islam telah dirusak citranya dengan kebesaran terorisme yang penuh kekerasan dan itu tak baik,” ujar Mahamadou Issoufou.

Sebelumnya, dalam keterangan Kementerian Luar Negeri, Presiden Mahamadou Issoufou menginginkan adanya kerjasama dalam pemberantasan kelompok-kelompok Islam radikal. Salah satu yang menurut mereka patut diberantas adalah kelompok Boko Haram.

Baca: Ulama Irak: Teroris ISIS Ciptakan Negara Dajjal Bukan Pemerintahan Islam

Boko Haram bisa dikatakan sebagai ISIS-nya Afrika. Mereka kerap melakukan serangan teror mulai dari pengeboman, pembunuhan, dan penculikan dengan motif politik untuk menciptakan negara Islam di benua Afrika.

Presiden Mahamadou Issoufou berkata, berbagai kerjasama telah dijalin negaranya untuk melawan Boko Haram itu. Salah satunya kerjasama militer dengan berbagai negara agar ada serangan bersama-sama terhadap kelompok Boko Haram di Afrika.

“Kamu juga melakukan hal yang sama di Mali dengan menempatkan pasukan di lima negara Sahel seperti Burkina, Nigeria, Chad, Mauritania. Kami butuh dukungan internasional,” ujar Presiden Mahamadou Issoufou sekaligus menegaskan dukungannya terhadap Indonesia di Dewan Keamanan PBB.

Baca: Stop Sebut “Islam Itu Teroris”, Wahabi Teroris dan Bukan Islam

Di luar perkara terorisme, Presiden Mahamadou Issoufou mengaku juga membahas solidaritas antara negara-negara Islam. Bentuknya, kata ia, bisa berupa pembangunan berkesinambungan, investasi, dan sebagainya. “Tadi kami pun menandatangani pembebasan visa diplomatik dan dinas. Itu semua untuk bilateral Indonesia dan Niger yang lebih baik,” ujarnya. (SFA)

Sumber: Tempo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: