Fokus

Beredar Rekam Jejak Digital Suliyono Penyerang Gereja Simpatisan HTI dan PKS

Senin, 12 Februari 2018 – 16.39 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Kalau penyerang Gerja Santa Lidwina, Bedog Sleman, Yogyakarta ini benar-benar adalah orang yang terafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga merupakan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), maka memang benar-benar sudah berbahaya ideologi dan ajaran yang disebarkan oleh HTI. Pelaku bernama Suliyono ini dalam rekam jejak digitalnya ditemukan fakta yang mengejutkan. ternyata pelaku adalah orang yang diduga sudah terinfeksi ajaran HTI.

Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI

Berikut adalah fakta-faktanya.

Fakta di atas ditambah juga dengan pernyataan ayah Suliyono, Mistaji (58) di kediamannya, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Suliyono yang saat itu disuruh pulang dan segera menikah malah menolak. alasannya mau menikah dengan bidadari. Bayangkan kalau dengar kode “bidadari” tujuan kita pasti langsung pada kaum pengidam bidadari bani micin.

“Saya suruh pulang ke Banyuwangi. Tapi menolak. Saya malah minta dia segera menikah. Malah dijawab dia ingin menikah dengan bidadari,” ujar Mistaji.

Baca: Sebelum Serang Gereja Santa Lidwina Sleman, Suliyono Ingin Nikah dengan Bidadari

Sudah sangat tepat rasanya tindakan Jokowi menerbitkan perppu dan menerabas ajaran berbahaya yang diajarkan oleh HTI yang kalau dirunut-runut sebenarnya masih satu aliran dengan PKS. Tetapi PKS bisa saja berkelit karena Perppu kini sudah jadi Undang-undang. Jujur saja, mereka ini susah dibedakan karena pada hakekatnya tidak berbeda.

Sepertinya tindakan Jokowi menerabas HTI mendapatkan serangan balik yang cukup signifikan. Jokowi mau tidak mau harus waspada dan bijaksana mengatasi serangan balik mereka. Kalau tidak, maka bisa menyebabkan kekacauan dengan isu anti islam, dll yang selalu mereka gaungkan.

Menarik menunggu tindakan Jokowi menghadapi kejadian ini. Tetapi jokowi sudah memberikan sinyal bahwa kejadian ini sangat penting dengan hadirnya Panglima TNI mengunjungi tempat tersebut. tidak usah tanya siapa yang suruh Panglima sampai turun kesana. Karena pastinya ini adalah sebuah simbol bagi siapa saja yang kembali bermain-main tidak akan dibiarkan lebih jauh lagi bertindak.

Apakah TNI akan dilibatkan?? Tenang saja. Kehadiran TNI bukan untuk melakukan hal itu. Ini hanya secara simbolik menunjukkan bahwa negara serius menanggapi kejadian ini. Dan sepertinya sudah tahu bahwa yang melakukan ini adalah anteknya HTI yang berlagak jadi orang gila.

Baca: Prof Sumanto Al-Qurtuby: WASPADA! Kaum Bani Mercon Gemar Jualan SARA

Apakah ini kalau terus digali ada kaitannya dengan aksi-aksi sebelumnya?? Saya tidak bisa memastikan, tetapi biasanya gerakan seperti ini selalu ada pemicunya. Seperti aksi Bom selalu ada yang memulai dan mengikuti. Bisa saja ini metode sama, tetapi caranya dengan menyerang pemuka agama dan berlagak gila. Semoga saja Polri bisa usut tuntas hal ini dan bongklar sampai ke akar-akarnya. (SFA)

Sumber: IndoVoices

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: