Headline News

Berebut kekuasaan, Arab Saudi dan UEA saling serang di Yaman

Minggu, 12 Maret 2017 – 04.15 Wib,

SALAFYNEWS.COM, EMIRAT – Sebuah sumber militer yang dekat dengan UEA mengungkapkan bahwa jet-jet tempur Saudi telah melancarkan serangan udara pada pos-pos militer “perlawanan selatan” yang merupakan pos militer UEA di selatan Yaman pada jumat kemarin (10/03) yang terletak di wilayah pantai barat ketika mereka berpartisipasi dalam pertempuran Mokha. Ketegangan ini terjadi setelah UEA dituduh sedang berusaha untuk menduduki selatan Yaman dan menerapkan kebijakan unilateral disana serta menekan tujuan dari koalisi pimpinan Arab Saudi untuk mengembalikan legitimasi Hadi di Yaman. (Baca: Konsuler UEA bagikan gaji kepada para pemimpin dan anggota teroris ISIS)

Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan kepada wartawan al-Mrasel Net bahwa 3 anggota perlawanan UEA yang tewas terbunuh dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara yang dilancarkan oleh jet-jet tempur Saudi yang menargetkan pos-pos militer mereka di utara kota Mokha.

Sumber tersebut menduga bahwa serangan udara tersebut disengaja dan hal ini disebut-sebut terkait dengan sikap gerakan perlawanan selatan UEA dan pasukan Abdur Rabbuh Mansour Hadi di belakang peristiwa bandara Aden yang dianggap sebagai awal dari konflk publik dengan Saudi. (Baca: Setelah Saudi, UEA Beli Senjata Senilai 1,2 Miliar Dolar AS Untuk Sikat Yaman)

Dan pada tanggal 17 februari lalu, informasi khusus mengungkapkan bahwa Arab Saudi berniat memindahkan konflik yang ada di Aden dengan UEA ke sisi pantai barat untuk mengakhiri penguasaan UEA untuk memimpin pertempuran disana.

Reporter al-Mrasel Net menegaskan bahwa Arab Saudi telah mengirimkan dua detasemen pasukan khusus ke wilayah pantai barat, khususnya di Mokha provinsi Taiz dengan dipimpin (A.g) yang merupakan salah satu pemimpin intelijen dan merupakan pemimpin kelompok Salafi Wahabi di Irak dan Suriah. (Baca: Rudal Scud Yaman Gempur Kamp Militer Penting Saudi-UEA di Laut Merah)

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Arab Saudi berusaha untuk mengakhiri kekuasaan UEA dan ekslusifitas dalam memimpin pertempuran di pantai barat dengan mengaktifkan kelompok Salafi Wahabi dan Ikhwanul Muslimin (Partai Reformasi) yang dikendalikan UEA dan diklasifikasikan dalam daftar teroris, seperti dilansir Mepanorama (11/02).

Berdasarkan sumber tersebut diketahui bahwa pasukan-pasukan khusus Saudi ini telah diberikan tanggung jawab untuk memantau gerakan dan interaksi militer negara UEA. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: