Eropa

Bashar Jafaari Tolak Jabat Tangan Diplomat Turki Saat Perundingan Jenewa

Rabu, 01 Maret 2017 – 15.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JENEWA – Kepala delegasi resmi pemerintah Suriah Bashar Jafaari telah menolak untuk berjabat tangan dengan diplomat Turki yang hadir dalam perundingan, acara ini diselenggarakan di bawah naungan PBB di Jenewa antara delegasi resmi Suriah dan delegasi oposisi bersenjata Suriah. (Baca: Jaafari: Kami Tuntut Koalisi Internasional Atas Kehancuran Negara Suriah)

Diplomat Turki terlihat mendekati Jafaari untuk berjabat tangan namun delegasi resmi Suriah ini lantas berbalik dan berjalan meninggalkannya tanpa berjabat tangan.

Ketika media bertanya kepada Jafaari kenapa ia enggan berjabat tangan dengan diplomat Turki, ia kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa “Turki telah mengirim semua teroris, pembunuh dan kelompok takfiri ke Suriah dan menghancurkan negara kami. Lebih dari 300.000 teroris dan ekstrimis masuk ke Suriah melalui Turki dan mereka mebakar kota-kota dan desa-desa, membantai para keluarga, membunuh para wartawan yang bersalah bahkan tega membakar rakyat Suriah hidup-hidup”. (Baca: WOW! Intelijen Perancis Otak Serangan Kimia 2013 di Ghouta)

“Saat ini pemerintah Turki dengan arogannya telah melanggar kedaulatan Suriah dengan mengirimkan pasukan militernya ke Suriah dan memasuki serta menguasai wilayah-wilayah Suriah, karena hal inilah saya tidak ingin berjabat tangan dengan diplomat Turki”, hal ini senada dengan apa yang yang diungkapkannya kepada salah satu media Swiss.

Jafaari menambahkan bahwa Turki telah menyebabkan kerusakan dan melakukan kejahatan terhadap setiap warga Suriah dengan mengirimkan kelompok-kelompok ekstrimis-takfiri dan para teroris melalui wilayahnya ke Suriah, dan menyebabkan kehancuran negara Suriah karena kebencian Turki terhadap rakyat Suriah yang tengah hidup damai, aman dan tenang. (Baca: Utusan PBB; Negara-Negara Besar Harus Putuskan Kelompok Teroris di Suriah)

Kelompok oposisi Takfiri telah mendirikan markas-markasnya di Istanbul, dan saat ini ia mereka mulai membayar kesalahannya terhadap Suriah dengan adanya para teroris-takfiri yang melakukan aksi terorisme di Turki setelah Turki mengembangkan mereka dan tidak bisa mengendalikan mereka, seperti dilansir Mepanorama (28/02).

Apa yang para teroris lakukan di Istanbul dan Ankara serta kota-kota lain di Turki menunjukkan bagiamana kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh pemerintahan Turki dengan mengembangkan serta melatih para teroris dan kelompok-kelompok ektrimis-takfiri ini, serta mengirim mereka ke Suriah dan mendirikan tempat tinggal untuk mereka dan memberi mereka rumah gratis agar mereka bisa pergi dari Turki menuju Suriah. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: