Headline News

Bashar Assad Ancam Keluarkan Paksa Pasukan Turki dari Suriah

Kamis, 23 Februari 2017 – 09.17 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Sebuah sumber resmi di Damaskus mengatakan bahwa presiden Suriah Bashar Assad menyampaikan kepada rekan-rekannya dan berkata di depan para tamunya, bahwa ia tidak akan membiarkan pasukan Turki terus menduduki wilayah Suriah, dan jika tentara Suriah saat ini sedang sibuk berperang melawan teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra serta kelompok oposisi bersenjata takfiri, namun akan ada waktunya dimana tentara Suriah akan bisa mengeluarkan pasukan Turki dari wilayah Suriah setelah mereka memasuki Suriah tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan pemerintah Suriah dan melanggar kedaulatan Suriah. Assad menegaskan jika memang pasukan Turki tidak mau menarik diri dari wilayah Suriah maka Assad akan mengeluarkan dengan paksa pasukan Turki dari wilayah Suriah dengan kekuatan senjata. (Baca: Pemerintah Suriah Adukan Kejahatan Turki ke PBB)

Kantor berita Anatolia mengutip ucapan Perdana Menteri Turki, Yildirim mengatakan bahwa pasukan Turki telah memasuki Suriah dan mereka tidak akan menarik diri kecuali setelah tercapainya penyelesaian politik secara utuh di Suriah, juga setelah digelarnya pemilihan parlemen dan presiden secara demokratis, dan terciptanya kedamaian dan keamanan bagi rakyat Suriah.

Yildirim menambahkan bahwa “Kami menguasai kota al-Bab Suriah sepenuhnya dan kami tidak akan keluar dari sana, begitu juga pasukan Turki akan menuju Raqqah setelah mengusir teroris ISIS disana dan kami juga tidak akan keluar dari Raqqah dan hal ini dijalankan dengan koordinasi dengan tentara Suriah yang memberontak. Dan wilayah yang dikuasai militer Turki lambat laun akan diserahkan kepada tentara Suriah yang memberontak yang didukung oleh tentara Turki”. (Baca: Analis: Turki dan AS Tak Ada Niat Perangi Teroris di Suriah)

Kantor berita Anatolia mengutip dari Yildirim, bahwa Turki selamanya tidak akan pernah membiarkan pendirian Kurdistan Suriah atau didirikannya otonomi Kurdi di Suriah utara bahkan jika mereka harus berselisih dengan AS, selain itu pasukan Turki tidak perlu meminta izin untuk menyerang Kurdi di Tal Abyad dan daerah-daerah lain, di Hasaka maupun selainnya untuk menyingkirkan mereka dari wilayah kekuasaannya setelah mendapatkan dukungan dari AS.

Yildirim mengatakan bahwa suku Kurdi yang berjuang di Suriah utara adalah kelompok yang berafiliasi dengan partai pekerja Kurdistan (PKK) yang merupakan organisasi teroris yang tidak diterima oleh Turki, seperti dilansir Mepanorama (22/02). (Baca: Assad Ungkap Rahasia Terbaru Perang di Suriah)

Ketika ditanya sampai kapan pasukan Turki akan berada di Suriah, Yildirim mengatakan “bukan beberapa tahun kemudian kami akan menarik diri, kami akan berada di Suriah hingga tercapainya solusi damai di Suriah dan dilibatkannya PBB dalam pengawasan pemilihan parlemen dan pemilihan presiden yang bebas, dan tercapainya solusi damai di Suriah yang menjamin pemerintah persatuan nasional, di mana ada keterlibatan tentara Suriah yang pro pemerintah dengan tentara Suriah yang memberontak yang saat ini didukung oleh Turki. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: