Eropa

Barat Sering di Serang Teror, Rusia Ajak Bentuk Koalisi Lawan Terorisme

Selasa, 06 Juni 2017 – 11.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Rusia selalu siap untuk bekerjasama dengan Inggris dan Barat dalam melawan terorisme di wilayah asalnya dan di negara-negara yang menjadi sasaran, kata Konstantin Kosachev, ketua majelis tinggi parlemen Rusia, pada hari Minggu. (Baca: 50% Teroris Eropa Berasal dari Perancis)

“Rusia telah siap sejak awal dan menjaga kesiapannya untuk bekerjasama dengan Inggris dan Barat dalam melawan ancaman umum ini, baik di daerah asalnya, maupun disini, di negara kita. Berapa banyak tragedi yang harus terjadi sampai sekutu potensial kita mau melawan terorisme dan mengubah pikiran mereka? Atau lebih tepatnya persepsi dunia?,” kata Kosachev di Facebook.

Anggota parlemen menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada korban kejadian mematikan di London.

Pada hari Sabtu, pukul 10:08 waktu setempat (21:08 GMT), sebuah kendaraan telah menyerang pejalan kaki di Jembatan London. Kendaraan dengan tiga tersangka terus berkendara dari jembatan London ke pasar Borough, setelah itu para tersangka meninggalkan kendaraan dan melakukan serangan di pasar. Penyerang berhadapan dengan polisi dan ditembak mati dalam hitungan menit. Menurut pihak berwenang setempat, setidaknya enam orang tewas dan 48 lainnya luka-luka. (Baca: Pertemuan Assad dan Delegasi Eropa, Kebijakan Kalian Bela Teroris Rugikan Rakyat)

Ucapan parlemen tersebut menyuarakan seruan Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin untuk menciptakan koalisi anti-teroris global yang dapat menggerakkan berbagai kekuatan  berdasarkan nilai-nilai bersama.

“Sebuah program aksi komprehensif untuk memerangi terorisme internasional diajukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan puncak Majelis Umum PBB pada bulan September 2015. [Intinya adalah] dalam menciptakan sebuah koalisi anti-teroris internasional yang dapat menggerakkan berbagai kekuatan berdasarkan nilai-nilai bersama dan hukum internasional, yang dipandu oleh prinsip-prinsip Piagam PBB,” katanya saat berbicara di Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) Shangri-La Dialogue dalam pertemuan Asia Security di Singapura.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa Moskow menganjurkan perluasan kerja sama internasional dalam perang melawan terorisme dalam rangka kerjasama Organisasi Shanghai, Forum Regional ASEAN dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM). Dia juga menekankan bahwa Rusia memandang negara-negara anggota ASEAN sebagai mitra strategis di bidang tersebut sebagai keamanan dan stabilitas regional. (Baca: AU Rusia Tewaskan 19 Agen CIA yang Dukung Teroris di Suriah)

Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) didirikan pada tahun 1967 dan saat ini terdiri dari 10 negara bagian Asia Tenggara. Hubungan antara Rusia dan blok tersebut dimulai sejak tahun 1991 dan telah berkembang dalam berbagai mekanisme kemitraan ASEAN sejak saat itu. The IISS Shangri-La Dialogue adalah forum urusan luar negeri dan pertahanan yang dihadiri oleh para pemimpin dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan diadakan setiap tahun sejak tahun 2002 di Singapura. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: