Amerika

Banyaknya Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Mengapa?

Pangkalan Udara Al Udeid Amerika di Qatar (@Reuters)

Rabu, 31 Januari 2018 – 08.52 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Amerika Serikat memiliki pangkalan militer di 150 negara, beberapa di antaranya tidak secara resmi disebut sebagai pangkalan Amerika dan beberapa di antaranya tidak diakui secara resmi oleh AS. Jumlah totalnya melebihi 1.000 di seluruh dunia, banyak di antaranya berada di Timur Tengah.

Baca: Satelit Rusia Ungkap Pangkalan Al-Tanf AS di Suriah Latih Ratusan Teroris

Tidak jelas berapa tepatnya jumlah tentara AS di Timur Tengah, namun menurut data Pentagon, Amerika memiliki sekitar 54.000 tentara di lebih dari 12 negara Timur Tengah dan mempertahankan pangkalan militer di tujuh wilayah tersebut.

Menurut laporan triwulanan Pentagon mengenai personil militer AS, yang diterbitkan pada bulan November, jumlah tentara AS dan penduduk sipil yang bekerja untuk Departemen Pertahanan di Timur Tengah adalah 54.180 orang, naik dari 40.517 selama dua kuartal pertama tahun 2017.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa Presiden Donald Trump meningkatkan jumlah tentara AS yang dikirim ke Suriah dan Timur Tengah sekitar 33 persen selama musim panas lalu.

Baca: Analis: Perseteruan di Timur Tengah Antara Iran VS Saudi, atau Iran VS Amerika Serikat?

Menurut survei tersebut, tentara Amerika dikerahkan ke 14 negara Timur Tengah dan Afrika Utara: Mesir, Israel, Lebanon, Suriah, Turki, Yordania, Irak, Kuwait, Arab Saudi, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

Qatar menjadi tuan rumah pangkalan terbesar AS di Timur Tengah

Qatar menjadi tuan rumah pangkalan terbesar AS di Timur Tengah. Al Udeid Air Base terletak sekitar 32 kilometer barat daya Doha dan diperkirakan 10.000 personil militer Amerika dikerahkan ke sana.

Meskipun ada perang kata-kata antara pemerintah Qatar dan administrasi Trump, menteri pertahanan Qatar mengatakan bahwa Doha berencana memperluas pangkalan militer AS.

“Kami memiliki rencana besar untuk memperluas Al Udeid agar permanen,” Khalid bin Mohammed al-Attiyah membuat ucapan tersebut dalam sebuah acara yang diadakan oleh Heritage Foundation, sebuah ucapan terima kasih kepada AS, di Washington, pada hari Senin.

Baca: Amerika Dibalik Geger di Timur Tengah

Qatar menginvestasikan lebih dari $ 1 miliar untuk membangun pangkalan yang memiliki landasan pacu sepanjang 366 meter dan mampu menampung hingga 120 pesawat.

Pangkalan udara tersebut menjadi tuan rumah Pusat Operasi Gabungan Udara AS yang menyediakan komando dan kontrol kekuatan udara Amerika dan sekutu di seluruh Timur Tengah, terutama di Irak, Suriah dan Afghanistan.

Armada Kelima AS di Bahrain

Kehadiran militer AS yang tertua berbasis di negara tetangga Bahrain, yang merupakan rumah bagi Naval Support Activity Bahrain dan Armada Kelima AS, yang bertanggung jawab atas pasukan angkatan laut di Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, dan sebagian Samudera Hindia sejak 1995. Sekitar 7.000 tentara Amerika masih berbasis di sana, keduanya berada di instalasi angkatan laut dan di dekat Isa Air Base.

15.000 tentara AS di Kuwait

Amerika Serikat masih memiliki sekitar 15.000 tentara yang dikirim ke Kuwait, dan masih mempertahankan beberapa basis di sebuah negara yang lebih kecil dari New Jersey. Pasukan AS pertama kali dikirim ke Kuwait pada tahun 1991 setelah diktator Irak Saddam Hussein menyerang kerajaan gurun pasir itu. Perang pimpinan AS mengalahkan pasukan Irak dan memaksa mereka meninggalkan Kuwait namun ribuan tentara Amerika masih tinggal di sana.

9.000 tentara AS di Irak

Menurut laporan triwulanan Pentagon mengenai personil militer AS, menyebutkan memiliki lebih dari 5.000 tentara yang ditempatkan di Irak. Namun data pemerintah AS sendiri telah menunjukkan bahwa ada sekitar 9.000 tentara Amerika di Irak, 4.000 lebih banyak daripada yang diakui secara resmi oleh militer.

5.000 tentara dikirim ke UAE

AS juga memiliki sekitar 5.000 tentara yang dikirim ke Uni Emirat Arab. Sekitar 3.500 personil militer Amerika ditempatkan di Al Dhafra Air Base di Abu Dhabi, yang merupakan salah satu basis militer utama AS di wilayah tersebut. AS juga memiliki pangkalan militer di Dubai.

Personil militer AS di Yordania

Amerika Serikat telah menempatkan sekitar 1.500 tentara di Yordania, yang merupakan sekutu non-NATO yang sangat dekat dengan Amerika Serikat di Timur Tengah sejak 1996. Pada tahun 2012, CIA dilaporkan juga melatih teroris ISIS di Yordania untuk mengacaukan pemerintah Suriah.

Pangkalan militer AS di Oman

Amerika Serikat memiliki sebuah bandara militer dekat Thumrait, sebuah kota di Dhofar Governorate, Oman, di mana ratusan tentara ditempatkan. Menurut beberapa laporan, AS juga memiliki beberapa basis ilegal di Suriah, dan bahkan basis di wilayah Palestina yang diduduki. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: