Fokus

Banyak Foto dan Video Hoax Pasca Gempa Banten

Selasa, 23 Januari 2018 – 18.51 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ketika gempa mengguncang Jakarta, Banten dan sekitarnya, Selasa (23/01) siang, dunia maya juga ikut terkena ‘guncangan’. Berbagai foto ‘editan’, meme dan bahkan foto-video hoaks terkait gempa beredar deras di lini massa.

Misalnya foto seorang lelaki yang berpakaian pegawai negeri sipil (PNS), yang melindungi diri dengan bersembunyi di bawah meja, sambil makan pecel lele.

Tips saat gempa. Jangan panik. Pecel lele Jangan lupa dibawa", ungkap Dahnil Anzar, Ketua Pemuda Muhammadyah, melalalui akun Twitter @Dahnilanzar

Tips saat gempa. Jangan panik. Pecel lele Jangan lupa dibawa”, ungkap Dahnil Anzar, Ketua Pemuda Muhammadyah, melalalui akun Twitter @Dahnilanzar

“Tips saat gempa. Jangan panik. Pecel lele Jangan lupa dibawa”, ungkap Dahnil Anzar, Ketua Pemuda Muhammadyah, melalalui akun Twitter @Dahnilanzar.

Yang lebih ‘heboh’ tersebar adalah foto editan Patung Dirgantara atau yang dikenal dengan nama Patung Pancoran, yang seakan melompat dari landasannya, “kaget karena gempa”.

Meme Patung Pancoran

“Meme’ patung dirgantara melompat ini memang merupakan daur ulang. Sebelumnya, sudah banyak digunakan untuk lucu-lucuan dalam berbagai kesempatan sejak bebrapa tahun lalu.

Tidak hanya Patung Dirgantara, ikon ibukota, Monumen Nasional (Monas), juga ikut diedit meliuk-liuk, seakan karena terkena getaran, jadi berubah bentuk.

Tidak hanya itu, foto dan video hoaks juga ramai menghiasi media sosial menyusul gempa ini. Misalnya foto jalan beraspal retak-retak yang semula disebutkan sebagai foto akibat gempa di Lebak.

Sebenarnya bisa segera kelihatan bahwa ini tidak otentik: meskipun foto itu beredar hanya beberapa menit setelah gempa, namun jalanan di foto sudah dibatasi garis polisi.

Namun, para netizen cepat ‘bertindak’. Sesudah banyak yang mempertanyakan apakah foto itu benar-benar foto akibat gempa, Selasa (23/01), di Jakarta-Banten sejumlah orang menyelidiki melalui mesin pencari Google, terungkap bahwa foto itu adalah foto jalan retak Yogya-Wonosari, Senin (22/01). Netizen pun ramai meralatnya.

Begitu juga dengan video truk yang berayun-ayun di dalam sebuah kapal feri, yang ternyata adalah video saat badai menghantam di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang sudah diunggah di Youtube sejak Juni 2017.

Koreksi dan ralat soal kebenaran informasi video yang sempat diputar di Breaking News gempa sebuah kanal TV swasta itu, juga dilakukan oleh warganet.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan, berdasarkan data hasil dari penyisiran relawan, 46 rumah rusak yang tersebar di enam kecamatan.

“Sementara 46 rumah rusak dari 6 kecamatan, Bayah, Wanasalam, Cilograng, Panggarangan, Sobang, Lebakgedong. Hingga kini Para relawan masih melakukan penyisiran,” kata Kaprawi yang dihubungi wartawan, Selasa (23/1).

Kaprawi belum dapat memastikan titik kerusakan terparah, karena pihaknya dan para relawan bencana masih melakukan penyisiran. “Belum bisa menyampaikan secara riil yang terparah. Masih dalam pendataan,” ujarnya. (SFA)

Sumber: Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: