Fokus

Bantah Ustadz Abdul Somad, Ini Penjelasan Ulama Al Azhar Tentang Islam Rahmatan Lil Alamin

#UASNistakanNabi

Jum’at, 12 Januari 2018 – 08.01 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TANGERANG – Merebaknya ceramah salah satu ustadz Abdul Somad yang mengatakan bahwa rahmat Nabi Muhammad SAW muncul setelah beliau diutus menjadi nabi masih menyisakan polemik hingga sekarang, bahkan salah satu pegiat media sosial menduga itu adalah salah satu bentuk hinaan dan pelecehan kepada baginda Nabi.

Baca: Netizen: Aku Tak Rela Nabiku Dihina dan Dilecehkan oleh Ustadz Abdul Somad

Salah satu ulama al-Azhar, Syekh Yusri pun ikut bersuara menanggapi hal ini. Syekh Yusri menyampaikan bahwa rahmat yang dibawa Nabi Muhammad SAW telah ada sebelum Rasul diutus, bahkan jauh sebelum seluruh alam raya ini diciptakan oleh-Nya.

Hal ini beliau sampaikan pada saat pelaksanaan daurah kitab Bulughul Maram yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences Pisangan Barat Ciputat Tangerang Selatan, pada kamis,  11 januari 2018, ketika ada salah satu santri Darus Sunnah yang menanyakan terkait polemik ceramah Ustadz terkenal tersebut.

Baca: Netizen NU Jawab Klarifikasi Congkak Ustadz Abdul Somad Hina dan Lecehakan Nabi

Lebih lanjut, ulama yang juga merupakan mursyid Thariqah Yusriyah Mesir ini mengatakan bahwa ayat “Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin” (Q.S. al-Anbiya:107) itu tidak difirmankan kepada basyariyah Rasulullah, melainkan difirmankan untuk ruhiyah Rasulullah SAW.

Baca:Ceramah Blunder Ustad Abdul Somad yang Hina dan Lecehkan Nabi Muhammad

Sehingga menurutnya, jika ayat tersebut difirmankan untuk ruhiyah Rasul, maka hal ini tentu jauh sebelum Rasul diutus. Karena ruh Rasulullah telah diciptakan sebelum seluruh alam.

Syekh Yusri kemudian menguatkan pendapatnya dengan mengutip ayat setelah “wa maa arsalnaka”, yakni Q.S. al-Anbiya:108. Menurut beliau, ayat setelahnya yang berbunyi “qul innama yuha ilayya” (katakanlah sesungguhnya diwahyukan kepadaku) berbeda dengan ayat lain yang menyebutkan “ana basyarun” terlebih dahulu. Sehingga hal ini bisa disimpulkan bahwa ‘wa maa arsalnaka‘ bukan untuk basyariyah Rasul, melainkan ruhiyahnya. Dan ruhnya Rasul telah ada sebelum ia diutus, bahkan sebelum alam raya ini ada. (SFA)

Sumber: Duta Islam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: