Fokus

Banser-Ansor Siap Lindungi Dua Tokoh Medsos “Denny Siregar & Afi Nihaya

Minggu, 28 Mei 2017 – 18.43 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Akun facebook Ustadz Abu Janda Al-Boliwudi menjelaskan tentang perang medos, dalam tulisannya dia mengajak Netizen untuk mengambil kembali info medsos dari kelompok radikal yang saat ini semakin sebarkan info-info sesatnya kepada para pembaca, MARI BUNG REBUT KEMBALI! (Baca: Denny Siregar: Ansor & Banser Penjaga Setia NKRI dari Ancaman Kelompok Radikal dan Khilafah)

Setelah Ansor Banser Banyuwangi merapat ke rumah penulis muda Afi Nihaya, kini Tim Cyber GP Ansor Kota Surabaya bersama Kasatkorcab BANSER Surabaya merapat ke acara Denny Siregar di kota Pahlawan kemarin.

Kenapa? karena pemikiran pemikiran cemerlang kedua tokoh media sosial harus didukung agar tumbuh berkembang jangan sampai ada pihak pihak jahat yang ingin membungkamnya. Oleh karena itu Banser dan Ansor adalah penjaga dan pelindung bagi siapa saja yang ingin membungkam mereka berdua.

REBUT MEDAN TEMPUR MEDSOS

Penolakan TZ di Kalbar, penolakan FH di Minahasa, dan yang terbaru penolakan JG di Flores, adalah indikasi bangsa ini makin melek media sosial.

Karena tokoh-tokoh yang ditolak tersebut aktif di media sosial twitter dan facebook, artinya rakyat dari Sabang sampai Merauke menyimak status-status yang ditulis mereka

Termasuk kasus “geruduk Materai 6000” yang ramai akhir-akhir ini semua berkaitan dengan status yang ditulis di media sosial. (Baca: Ansor, Banser dan Warga Papua Kompak Tolak HTI dan Ormas Radikal)

Media sosial yang relatif barang baru di tanah air, mulai ramai tahun 2008, kini 9 tahun kemudian, Indonesia menempati peringkat satu pengguna media sosial terbanyak di dunia

Hingar bingar dunia maya terbukti punya pengaruh kuat ke dunia nyata. Medsos berperan besar menggerakkan aksi 212, dan karena medsos juga TZ, FH dan JG diusir

Medsos adalah medan tempur sebenarnya yang tidak bisa dianggap remeh.. Warung sebelah sudah sadar akan hal ini dan membentuk MUSLIM CYBER ARMY, sudah waktunya para pembela NKRI melakukan hal yang sama

Kebangkitan Silent Majority

JANGAN CUMA RETORIKA

Kebangkitan “Silent Majority” (Mayoritas yang diam) jangan hanya sebatas wacana saja, tapi harus mau “go the extra mile” – melakukan upaya ekstra

Saatnya kita orang-orang baik MELAKUKAN SESUATU semampu kita, tidak bisa lagi bermalas-malasan dengan dalih sibuk kerja, karir & keluarga.

BACA YG HARUS DILAKUKAN SBB:

  1. RAJIN SHARE. Buka media sosial kini harus lebih rajin berbagi tulisan/gambar meme yang mengkritik radikalisme, mengkritik intoleransi, bela Bhinneka Tunggal Ika & Pluralitas
  2. GABUNG GRUP-GRUP media sosial, baik fb, WA, BBM, dll.. jangan cuma grup sepaham saja, gabung juga ke grup yang isinya ada kaum intoleran, lalu SHARE tulisan / meme yg mengkritik mereka di grup2 tsb
  3. RAJIN BROADCAST. saat kita membaca tulisan bagus dari Denny Siregar, Kang Hasan, Eko Kunthadi, Prof. Sumanto, dll.. Sudah TIDAK CUKUP hanya klik Like & Share saja.. COPAS tulisannya lalu broadcast kirim sebaran ke grup-grup WA atau BBM
  4. SHARE KLARIFIKASI HOAX. statistik menyedihkan media sosial adalah status HOAX bisa dishare sampai belasan ribu, sedangkan klarifikasinya cuma dishare ratusan sampai seribu saja. Ini disebabkan oleh APATISME ketidak pedulian silent majority

Jangan anggap remeh HOAX. Berdasarkan survey, di tingkat akar rumput banyak yg percaya HOAX “pemerintah Jokowi Rezim PKI” karena penebar HOAX lebih rajin share berita HOAX

Sudah saatnya Silent Majority benar2 bangkit tidak cuma Retorika saja. Luangkan waktu sejenak dari kesibukan anda untuk melakukan 4 poin di atas. Demi NKRI, Demi Pancasila, Demi Bhinneka Tunggal Ika. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Abu Janda Al-Boliwudi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: