Fokus

“Bakar Pria Hidup-hidup” Seperti Cara Teroris Hakimi Orang

Minggu, 06 Agustus 2017 – 09.57 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria dibakar hidup-hidup di Bekasi karena diduga mencuri amplifier di salah satu mushola, namun anehnya pria malang tersebut tidak terbukti mencuri tapi beberapa warga dengan tiba-tiba membakarnya di depan khalayak umum tanpa ada rasa iba, itulah salah satu efek dari informasi salah yang diterima oleh pelaku pembakaran tentang perilaku kejam dan bengis seperti kelompok teroris, sikap bengis seperti ini tidak ada di agama apapun, mereka meniru cara-cara sadis teroris menghukum orang yang salah. (Baca: ISIS Bakar Hidup-hidup Calon Pemimpinnya “Abu Qutaibah” Karena Sebut Kematian Al-Baghdadi)

Ahmad Zainul Muttaqin membuat sebuah tulisan menarik tentang bagaimana pemikiran kelompok “Jihad Sumbu Pendek” yang merasa sebagai satpam Tuhan di dunia, berikut tulisannya:

Saya ga ngerti apa itu ampli masjid dan berapa harganya. Tapi setahu saya harganya tidak semahal istri yang menjadi janda dan bayi dalam kandungan yang menjadi yatim.

Saya tidak tahu apa hukuman mencuri. Tapi saya belum pernah menemukan dalam Islam hukuman mencuri itu harus digebuki beramai-ramai lalu dibakar hidup-hidup sampai tewas. Saya baru menemukan dalam Islam ada hukuman bakar yaitu 1400 tahun sejak Nabi wafat sejak ada ISIS dan video-video eksekusi yang mereka rilis dengan bangga. (Baca: Anggota Parlemen Irak: ISIS Bakar Banyak Muslimah di Tal Afar)

Polisi harus mengusut tuntas dan menemukan seluruh pembunuh dan pembakar dan menghukum mereka dengan berat. Apa anda tahu wahai pembunuh, ada satu kalimat dari istri almarhum yang menempel di memori saya, “Andai suami saya maling, apa layak ia dibakar hidup-hidup?”

Wanita ini tidak kehilangan kecerdasannya ditengah kesedihannya. Kecerdasan yang hilang dari massa yang haus “jihad” dengan meng-qishosh orang yang mereka anggap pencuri ampli masjid seperti memerangi kafir Quraisy di perang Badar. Bahkan di perang Badar pun tidak ada adegan membakar manusia.

Demi Tuhan andai si istri itu berteriak “Bangs*t” dan “Bajingan” kepada para pembunuh suaminya maka ia sangat pantas mengatakannya. (Baca: Tolak Berhubungan Intim, ISIS Bakar Gadis Muda Arab)

Saya tidak heran mengapa negeri ini bisa menyumbang hingga > 500 orang untuk ISIS karena masih banyak manusia bermental kerdil yang bukan memadukan semangat agamanya dengan akal, melainkan memadukannya dengan otak sumbu pendek dan perilaku barbar.

Saya ingat dulu saya adalah orang pertama yang mempopulerkan istilah “sumbu pendek” ini. Sumbu pendek memiliki ciri begitu gampang diprovokasi, begitu gampang memakan Hoax yang berasal dari golongannya dan sesuai seleranya, begitu gampang melakukan aksi intoleran dan kebencian pada mereka yang berbeda, dan mereka yang minim Intelektualitas sehingga tidak mampu membedakan antara definisi ‘Beda’ dengan ‘Sesat’. (Baca: Kesamaan Wahabi, Zionis, ISIS Suka Hancurkan Situs Sejarah Islam)

Dalam dunia para sumbu pendek, semakin mudah terpancing semakin militan ia, semakin pendek sumbunya semakin besar ghirah ‘jihad’-nya. AKAL, inilah satu kata yang membedakan antara jihad seorang mu’min dengan ‘jihad’ seorang bajingan. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Eko Kuntadhi: Ketika Zoya Dipanggang Sampai Mati | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: