Analisis

Bagaimana Wanita-wanita ISIS Menjadi Prajurit?

Jum’at, 03 November 2017 – 08.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Wanita di jajaran teroris ISIS sekarang lebih dari sekadar ibu rumah tangga. Mereka telah dilatih untuk melawan, membunuh dan memata-matai para teroris. Sputnik mewancarai seorang pakar kelompok Islam radikal Mesir, Maher Fargali, dan seorang jurnalis yang berbasis di Irak, Nazek Muhammad, tentang masalah ini.

Baca: Israel Hadiahkan Tentara Wanitanya untuk Penuhi Kebutuhan Seks Teroris ISIS

Seorang pakar kelompok Islam radikal Mesir, Maher Fargali, mengatakan kepada Sputnik bahwa wanita dalam kelompok ini tidak lagi terbatas hanya memainkan peran sebagai istri dan ibu, namun sekarang melakukan beberapa tugas lebih baik daripada laki-laki.

“Wanita dari kelompok teroris sekarang mengumpulkan uang. Di beberapa organisasi, misalnya Ikhwanul Muslimin, mereka memiliki hak untuk memilih dalam pemilihan di dalam organisasi,” kata Fargali kepada Sputnik.

Berkenaan dengan peran wanita dalam ISIS mereka dipercayakan untuk “melacak target, memasang bahan peledak dan melakukan operasi bunuh diri, karena mereka tidak menarik banyak perhatian dari polisi dan jarang diperhatikan,” kata spesialis tersebut.

Baca: Kesaksian Mantan Teroris: Anggota ISIS Suka Minum Miras dan Doyan Perkosa Wanita

Fargali lebih lanjut mengatakan bahwa wanita ISIS dilatih di kamp-kamp khusus, misalnya di Al-Hansa, Irak. “Para lulusan” kamp ini ditugaskan untuk berpatroli di jalan-jalan Raqqa dan memastikan bahwa semua wanita lain mematuhi norma-norma Syariah (hukum Islam), Fargali menjelaskan.

“Keterlibatan aktif perempuan dalam organisasi teroris dikaitkan dengan kekurangan personil yang akut karena perang skala besar melawan terorisme, yang sedang diperjuangkan di beberapa bidang secara bersamaan,” kata Fargali.

Pakar menyakini bahwa sangat penting petugas keamanan memantau secara ketat wanita-wanita ini yang menjadi teroris aktif seperti pria. “Ke depan, wanita-wanita ini perlu dikirim untuk perawatan klinis guna membersihkan otak mereka setelah mereka tinggal di kamp ISIS,” kata Fargali.

Baca: Pemimpin Wanita ISIS Cambuk 300 kali Seorang Ibu dan Anak dengan Sadis

Disiapkan untuk Menggantikan Militan yang Tewas

Koresponden Sputnik di Irak, Nazek Muhammad, juga menceritakan pendapatnya tentang meningkatnya keterlibatan wanita dalam lingkar ISIS. Dia mengatakan bahwa di Irak telah menjadi sangat jelas bahwa peran perempuan di jajaran teroris telah berubah.

“Awalnya, wanita digunakan untuk menarik kaum muda ke jajaran teroris. Yang menarik adalah orang asing. Wanita-wanita ini adalah istri tradisional dan ibu rumah tangga. Namun, kerugian besar di jajaran militan telah memaksa pemimpin mereka untuk mempertimbangkan kembali pandangan mereka tentang wanita. Sekarang mereka sedang dipersiapkan sebagai pengganti teroris yang telah mati, akibatnya mereka saling bertabrakan dengan pria,” kata Nazek.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa mayoritas wanita Irak tidak ingin berperang berdampingan dengan militan ISIS. “Di provinsi Anbar, Mosul dan Salahuddin, teroris gagal merekrut wanita. Hanya pelacur yang mendatangi mereka karena militan mengancam mereka dengan hukuman mati,” kata Nazek.

Baca: KOTA KEKEJAMAN.. Inilah Cara Kejam dan Sadis ISIS Hukum Para Wanita di Mosul

Seperti yang dibuktikan oleh hasil penelitian baru-baru ini, menurut jurnal elektronik New Eastern Outlook dari 40.000 akun jejaring sosial yang mendukung ISIS 16.000 akun milik wanita. Wanita-wanita ini bertindak sebagai simpul kunci dalam menyebarkan propaganda ISIS, seperti mencari lebih banyak pendukung dan memulihkan hubungan antara anggota kelompok, lapor jurnal tersebut.

Menurut Fargali, memerangi ISIS di dunia maya sangat penting dan membutuhkan persatuan beberapa negara sekaligus. “Ada 70 buku yang tersedia secara online sekarang yang menjelaskan prinsip-prinsip aktivitas ekstremis, ini membantu mereka untuk merekrut orang baru masuk ke dalam barisan mereka. Pada saat yang sama, tidak ada satu buku pun di internet yang menjelaskan delusi dan kebohongan. Sementara, teroris menggunakan kutipan dari Quran dan Sunnah,” kata spesialis tersebut. (SFA)

Sumber: Sputnik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: