Headline News

Ayatollah Ali Khamanei: AS Akan Sia-sia Pecah Belah Bangsa Iran

Ayatollah Ali Khamanei

TEHERAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, AS sedang melakukan tekanan ekonomi terhadap Iran dalam upaya untuk mengubah rakyat melawan pemerintah tetapi upaya tersebut sia-sia, seperti dilansir PressTv (30/06).

“Rencana musuh adalah untuk menciptakan kesenjangan dan perpisahan antara pemerintah dan rakyat. Desain ini mencerminkan kebodohan mereka karena mereka tidak tahu bahwa Republik Islam Iran tidak lain adalah bangsa Iran dan keduanya tidak dapat dipisahkan,” ujarnya pada hari Sabtu (30/06).

Baca: Analis: Perseteruan di Timur Tengah Antara Iran VS Saudi, atau Iran VS Amerika Serikat?

Pernyataan Pemimpin Iran, yang dibuat saat upacara kelulusan kadet baru dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) di Universitas Teheran, terjadi di tengah desakan AS untuk mencekik Iran melalui “sanksi terkuat dalam sejarah.”

“Tujuan dari tekanan ekonomi saat ini adalah untuk membuat orang muak, tetapi dengan kekuatan suci, kita akan meningkatkan ikatan kita dengan orang-orang dari hari ke hari, dan dengan menjaga koherensi, kita akan memperkuat pemuda yang setia, termotivasi dan proaktif,” Kata Ayatollah Khamenei.

Seorang akademisi mengatakan AS berusaha untuk mengobarkan perang ekonomi terhadap Iran untuk mendemoralisasi masyarakat Iran dan menciptakan perpecahan di dalam negeri.

Baca: Perang Iran-Amerika Semakin Dekat

Pemerintah AS telah mengumumkan dukungan untuk sekelompok individu yang memaksa pemilik toko di Bazaar Buzurg Teheran untuk ditutup pekan lalu, menyusul kenaikan dramatis dalam harga dolar.

Presiden Donald Trump telah mencoba memobilisasi negara-negara Arab Teluk Persia terhadap Iran dalam upaya untuk memeriksa peran luar biasa negara itu di wilayah tersebut.

Ayatollah Khamenei mengatakan koalisi regional yang dibentuk oleh AS dalam melawan Republik Islam Iran menunjukkan kekuatan dan otoritas negara Iran.

Baca: Inilah Rahasia Kenapa Amerika Takut Sama Iran

“Jika AS telah mampu mencapai tujuannya sendiri, maka tidak perlu membentuk koalisi dengan negara-negara tercela dan reaksioner,” kata Pemimpin.

“Karena kekuatan dan kemajuan Republik Islam Iran, permusuhan Amerika telah meningkat dan, tentu saja, kebencian bangsa Iran terhadap Amerika Serikat telah meningkat dari hari ke hari,” tambahnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: