Headline News

Assad: Rakyat Suriah yang Berhak Pilih Presidennya Bukan PBB atau Pihak Lain

Selasa, 14 Maret 2017 – 06.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Presiden Suriah Bashar Assad telah menegaskan keterbukaan pemerintahannya dalam membahas perihal apapun yang bertujuan untuk menyingkirkan ekstrimisme dan memulai rekonsiliasi politik. Ia juga mengaskan bahwa rakyat Suriah adalah orang yang berhak memilih pemimpin mereka dan memegang tanggung jawabnya. (Baca: Assad Kumpulkan Seluruh Khatib, Imam Masjid dan Da’i untuk Perangi Ekstrimisme)

Pernyataan presiden Bashar Assad ini diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan 6 media Eropa yang menanyakan tentang pendapat presiden Assad terkait sikap PBB yang membebankan tanggung jawab kepada pemerintah Suriah atas kematian ratusan ribu warga Suriah. (Baca: Inilah Sumber Konflik dan Perang Suriah)

Bashar Assad menanggapi pertanyaan ini dengan mengatakan “hal pertama yang perlu saya katakan adalah bahwa rakyat Suriah adalah orang yang paling berhak memilih pemimpinnya bukanlah PBB atau pihak lain, dan rakyat Suriah lah yang akan menghadapi setiap konflik dan masalah bukanlah PBB, PBB tidak memiliki peran apa-apa dalam hal ini”. (Baca: Inilah Kenapa Jokowi dan Bashar Assad Dihancurkan)

Selain itu, Assad juga menuduh Perancis, Inggris dan AS mencoba untuk menggunakan PBB dalam agenda politik khusus mereka dan menggulingkan pemerintahan Assad karena pemerintahan Assad tidak mematuhi dan tidak menanggapi agenda mereka. Assad menegaskan bahwa ia tidak akan mendengarkan PBB, ia hanya akan mendengarkan rakyat Suriah.

Assad mengatakan bahwa prioritas bagi Suriah saat ini adalah memerangi terorisme. Ia menekankan dengan mengatakan “menghancurkan ekstrimisme adalah prioritas kami, begitu juga dengan rekonsiliasi politik di berbagai daerah juga termasuk prioritas lain. Dan ketika dua hal ini telah tercapai barulah kita bisa membahas masalah lain”. (Baca: Rakyat Suriah Kompak Gagalkan Mimpi Erdogan Jadi Khalifah Baru Dinasti Ottoman)

Assad juga menegaskan bahwa Eropa secara  tidak langsung memikul tanggung jawab atas tewasnya warga sipil di tangan para teroris. Ia menjelaskan bahwa “kita telah mengetahui bahwa Eropa memiliki andil dari tewasnya rakyat Suriah di tangan para teroris secara tidak langsung melalui dukungan Eropa terhadap para teroris sejak awal teroris ini muncul. Dan hingga saat ini merekapun masih mendukungnya dan menyebutnya sebagai “kelompok moderat”. Mereka tahu bahwa ini hanyalah ilusi, karena tidak ada kelompok moderat bersenjata di Suriah, mereka semua adalah kelompok ekstrimis”, seperti dilansir Middle East Panorama (13/03). (Baca: Assad Ungkap Rahasia Terbaru Perang di Suriah)

Assad mengungkapkan bahwa “terlepas dari apakah mereka kelompok moderat atau bukan, ketika mereka telah membawa senapan mesin dan senjata serta membunuh manusia dan menghancurkan bangunan-bangunan, maka mereka adalah teroris, baik itu terjadi di negara kalian, di negara kami  ataupun di semua tempat”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: