Headline News

Assad: Rakyat dan Tentara Suriah yang telah Mengalahkan Terorisme

Selasa, 01 Agustus 2017 – 05.05 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Presiden Bashar Assad memuji rakyat dan tentara Suriah, dengan mengatakan bahwa kehendak mereka telah mengalahkan terorisme.

“Kehendak rakyat Suriah dan tekad mereka serta kepahlawanan tentara Arab Suriah” adalah alasan paling penting yang telah membantu negara mengalahkan militan yang didukung AS dan sekutu regionalnya, kata Assad, Senin (31/07). (Baca: Denny Siregar: Keberanian Bangsa Suriah)

Assad menghargai orang-orang Suriah, dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkan kelompok teroris dan pendukung mereka untuk menghentikan aktivitas keseharian mereka.

Dia membuat pernyataan dalam sebuah pertemuan dengan sebuah delegasi dari Serikat Buruh Tunisia (UGTT), yang dipimpin oleh Asisten Sekretaris Jenderal Bu Ali Mubaraki, di ibukota Damaskus, kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan.

Dalam pertemuan tersebut, Assad menekankan bahwa kunjungan delegasi tersebut membawa banyak pesan ke dunia karena “mencerminkan denyut nadi opini publik Arab Suriah dan orientasinya.” Pada gilirannya, anggota delegasi Tunisia mengkonfirmasi bahwa mereka datang ke Damaskus untuk menyampaikan pesan dukungan bagi rakyat Suriah. (Baca: BELAJAR DARI SURIAH, Inilah Karakteristik Ashabul Fitnah yang Hancurkan Sebuah Bangsa)

Orang-orang Suriah telah menunjukkan dukungan tak tertandingi kepada pemerintah dan tentara mereka, yang mempertahankan martabat negara Arab, kata delegasi tersebut.

Delegasi Tunisia menekankan bahwa Barat tidak ingin Suriah memainkan peran apapun kecuali menurut apa yang mereka tetapkan.

Delegasi tersebut mengatakan bahwa Barat telah menargetkan Suriah karena sikapnya yang adil terhadap perkembangan regional.

Delegasi tersebut juga menggambarkan Suriah sebagai negara yang tetap berada di garis depan dalam kampanye melawan terorisme. “Jika apa yang direncanakan melawan Suriah berhasil, kekacauan akan terjadi di seluruh wilayah Arab. Karena itu, membela itu adalah membela semua orang Arab.”

Tunisia juga mengalami kekerasan sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan diktator negara tersebut Zine El Abidine Ben Ali, yang berkuasa selama lebih dari dua dekade. Negara ini juga telah terpengaruh oleh ketidakstabilan yang berkembang di Libya, yang telah mengalami kekacauan sejak mantan diktator Muammar Gaddafi digulingkan dan terbunuh pada tahun 2011. (Baca: MENGGELIKAN! AS Ajak Indonesia untuk Ikut Gulingkan Bashar Assad Suriah)

Tunisia adalah salah satu negara dengan jumlah militan ekstrem tertinggi yang beroperasi di negara lain. Ribuan warga Tunisia dilaporkan telah meninggalkan negara mereka sejak 2011 untuk berperang bersama kelompok ekstremis di Irak dan Suriah.

Status quo suram ISIS semakin membuat khawatir orang-orang Tunisia yang takut bahwa militan akan kembali ke negara Afrika Utara itu. Akhir tahun lalu, otoritas Tunisia memperingatkan tentang kembalinya ribuan militan Takfiri, dan menyerukan “tindakan yang luar biasa” untuk memerangi fenomena tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: