Amerika

AS Pasok F-35 ke Israel Untuk Hancurkan S-300 Rusia di Suriah

Jet F-35
Jet F-35

WASHINGTON – Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa Moskow telah mengirim sistem rudal S-300 ke Suriah untuk meningkatkan keamanan personil militer Rusia, seperti dilansir Almasdarnews (06/10).

Sebuah pengiriman tambahan pesawat siluman F-35 AS akan dipasok ke Israel di bawah perintah Presiden Trump, sebagai pembalasan atas akuisisi baru-baru ini terhadap baterai pertahanan rudal S-300 Rusia, menurut situs berita Israel Debka.

Baca: Siap Lumatkan Musuh, S-300 Rusia Sudah Ditangan Suriah

Washington juga memberitahu Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) bahwa skuadron F-35 AS akan segera dikerahkan di pangkalan Al Dhafra Air 32 kilometer di selatan ibukota UEA, Abu Dhabi.

Debka mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa pengiriman F-35 menunjukkan tekad AS dan Israel untuk mempertahankan operasi Angkatan Udara Israel atas Suriah, meskipun kehadiran S-300 dan meningkatnya kemampuan pertahanan udara Rusia-Suriah.”

Pernyataan itu datang beberapa hari setelah Menteri Kerjasama Regional Israel Tzachi Hanegbi mengklaim bahwa siluman F-35 akan dapat menghindari serangan rudal sistem S-300 dan mungkin dapat menghancurkannya di tanah.

Baca: Mantan Dir Intel Israel Ancam Target S-300 Rusia di Suriah

“Kamu tahu bahwa kita memiliki pesawat tempur siluman, pesawat terbaik di dunia. Baterai ini bahkan tidak mampu mendeteksi mereka. Kemampuan operasional angkatan udara sedemikian rupa sehingga baterai [S-300] benar-benar tidak membatasi kemampuan angkatan udara untuk bertindak,” kata Hanegbi.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan ketidakpuasan pemerintah atas pengiriman sistem rudal S-300 ke Suriah, tetapi mengatakan bahwa langkah itu tidak akan menghentikan Israel dari melanjutkan operasi militernya di negara yang dilanda perang itu.

Baca: Menlu Suriah: S-300 Rusia Cukup Untuk Hadapi Ancaman AS

Pada hari Selasa, Rusia mengerahkan 49 komponen sistem S-300, termasuk radar, kendaraan pengendali dan empat peluncur, ke Suriah, sebagai tanggapan terhadap jatuhnya pesawat pengintai Il-20 Rusia dengan 15 awak pesawat onboard pada 17 September.

Pada akhir Mei, Amikam Norkin, komandan Angkatan Udara Israel, menyatakan bahwa negara Yahudi menjadi negara pertama di dunia yang “menggunakan F-35 dalam kegiatan operasi militer.” Menurut BBC, Israel juga merupakan negara pertama yang mengimpor jet tempur F-35 single-seat dari AS. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Misi Selesai di Suriah, Armada Rusia Pulang | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: