Amerika

AS Obok-Obok Saudi! Ideologi Wahabi Akan Hancurkan Kerajaan Arab Saudi

Jum’at, 23 September 2016,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Situs Bloomberg AS mengatakan Arab Saudi telah kehilangan pengaruhnya di Amerika Serikat dan tidak lagi memiliki pengaruh yang sama seperti yang telah dinikmati beberapa tahun belakangan ini, hal ini adalah pesan yang disampaikan Ketua Komite Hubungan Luar Negeri di senat AS kepada pemerintah Arab Saudi. (Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video)

Situs ini juga mengatakan dalam sebuah laporan dari situs “Wathon”, bahwa hal ini merupakan pukulan yang memalukan untuk Riyadh, Rabu (21/09), parlemen AS sedang melakukan voting untuk mencegah penjualan senjata senilai 1,15 milyar dolar ke Arab Saudi, dan diharapkan dalam seminggu kedepan presiden akan veto RUU gugatan kasus 11 September yang terlihat begitu kontroversial dan sangat mengkritik Arab Saudi.

Bloomberg mengatakan bahwa pengaruh Saudi menurut opini publik yang ada di Kongres dan di Amerika telah mencapai level terendah setelah sebelumnya Riyadh menjadi sekutu strategis Amerika di Timur Tengah sebagai sumber daya keuangan yang besar, namun kini Arab Saudi tengah menghadapi banyak kritik dari Partai Demokrat dan Partai Republik di Gedung Capitol karena ekspor Wahabisme Saudi, perluasan perang di Yaman yang menggunakan senjata Amerika dan catatan-catan buruk Saudi dalam hak asasi manusia. (Baca: Syeikh Al-Azhar Serukan Lawan Ideologi Wahabi)

Disebutkan juga bahwa ada perubahan besar akhir-akhir ini yang terjadi pada Saudi yakni ekspor minyak Saudi ke AS mencapai level terendah selama enam tahun yakni di tahun 2015, berkat lonjakan pasokan minyak dari Amerika Utara.

Situs ini juga menjelaskan bahwa Presiden Barack Obama baru-baru ini berani mengarahkan kritik secara terbuka yang tidak biasa dilakukannya kepada Saudi, Obama menuduh secara terang-terangan bahwa Arab Saudilah yang telah mengobarkan kerusuhan dan peperangan di Timur Tengah. Hal ini sangat berbeda dengan yang terjadi di tahun 2001, pada minggu-minggu dan bulan-bulan setelah terjadi serangan 11 September, di mana anggota parlemen dan para pejabat di era pemerintahan George W. Bush bersama-sama membela Arab Saudi.

Bloomberg mengatakan bahwa aktivitas ekstrimis begitu berkembang dan serangan di Belgia telah membuat Amerika menutup lengannya dari Wahabisme Arab Saudi, dan hal ini lah yang sekarang mendorong Gedung Putih untuk meninggalkan Saudi. Bloomberg menjelaskan bahwa Amerika bukanlah teman Saudi lagi, tetapi pemimpin senior di senat AS Mitch McConnell, pada hari selasa (20/09) mengumumkan bahwa ia akan mendukung penjualan senjata. McConnell berkata, “Saya pikir sangat penting bagi Amerika untuk menjaga hubungan baik dengan Arab Saudi selama mungkin”. (Baca: Denny Siregar Bongkar Kampanye Pembodohan Ala Saudi dan Wahabi)

Dan sekutu Arab Saudi yang paling setia di kongres, Senator Lindsey Graham, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini menyikapi calon presiden Donald Trump, “Jika Anda ingin menghancurkan hubungan dengan Arab Saudi, berhati-hatilah dengan apa yang Anda inginkan ini“, dimana selama kampanye pemilu, Trump melontarkan kata-kata kasar terhadap Kerajaan Arab Saudi.

Sebaliknya, senator nomor dua di AS, John Cornyn berkata dalam kongres itu bahwasanya ia akan membantu memimpin dalam upaya untuk memberikan hak kepada para keluarga korban 9/11 untuk menuntut Arab Saudi, tapi ia masih mendukung penjualan senjata kedua belaj pihak. Ia mengatakan, ”Kepentingan kita kebanyakan selaras dengan kepentingan Arab Saudi, tapi tidak setiap saat”. (Baca: Saudi Atur Obama Untuk Memveto Hak Hukum Korban 9/11)

Dan sebab-sebab berubahnya hubungan Arab Saudi dengan Amerika adalah pada akhir-akhir ini terjadi peningkatan hasil produksi energi di AS dan hal ini menjadikan AS merasa lebih bebas untuk mengkritik Arab Saudi, dan membuat Arab Saudi merasa lebih rentan karena Amerika telah berpaling dari Arab Saudi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: