Amerika

AS: Bukan Assad, Tapi Iran yang Kami Khawatirkan di Suriah dan Timteng

Putin dan Bolton

WASHINGTON – Penasihat keamanan nasional Presiden Trump, John R. Bolton, yang sering digambarkan sebagai elang perang dan dikenal karena dukungannya terhadap invasi Irak pada tahun 2003, serta pembelaannya terhadap pemboman Korea Utara, Iran dan Suriah, tampaknya telah menyerah pada retorika “Assad harus pergi”, setidaknya untuk sementara, seperti dilansir Spuniknews (02/07).

Baca: Analis: Perseteruan di Timur Tengah Antara Iran VS Saudi, atau Iran VS Amerika Serikat?

Berbicara kepada CBS News pada hari Minggu tentang prospek KTT Putin-Trump yang akan datang pada 16 Juli di Helsinki, Bolton menyarankan bahwa Suriah adalah satu wilayah dimana Rusia dan AS “dapat membuat kemajuan bersama.”

“Kita akan melihat apa yang terjadi ketika keduanya bersatu. Ada kemungkinan untuk melakukan negosiasi yang lebih besar dalam membantu pasukan Iran keluar dari Suriah dan kembali ke negaranya, yang akan menjadi langkah maju dan signifikan – untuk memiliki kesepakatan dengan Rusia jika itu mungkin,” kata Bolton.

“Ini telah terjadi selama hampir tujuh tahun, konflik di Suriah,” Bolton mencatat, dan menambahkan bahwa kekhawatirannya adalah “kehadiran Iran sekarang di Irak dan Suriah benar-benar mencapai ke Lebanon.”

Baca: Perang Iran-Amerika Semakin Dekat

Ditanya apakah dia setuju dengan penilaian bahwa Presiden Suriah Bashar Assad telah efektif “memenangkan perang” melawan pemberontak dan militan.

“Yah, saya kira Assad bukan masalah strategis. Saya pikir Iran adalah masalah strategis,” katanya, dan menyatakan serangkaian tuduhan terhadap Teheran termasuk “kekuatan konvensional di Timur Tengah”.

Sementara, Teheran dan Damaskus telah membantah semua klaim tentang pasukan Iran di Suriah, dan menunjukkan bahwa Iran hadir di Suriah hanya dalam kapasitas penasehat perang dalam melawan ekstremisme.

Baca: Inilah Rahasia Kenapa Amerika Takut Sama Iran

John Bolton telah menjadi pendukung kuat intervensi militer terhadap Suriah. Awal tahun ini, menjelang serangan rudal Barat terhadap Suriah pada bulan April, penasihat keamanan nasional dilaporkan menganjurkan intervensi yang jauh lebih signifikan, mempromosikan serangan yang akan “menghancurkan” kemampuan militer Damaskus. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Rusia Bantah Penarikan Pasukan Iran dari Syria | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Terungkap, Donald Trump Ingin Bunuh Assad | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: