Fokus

Ari Wibowo: Ayo Dukung Jokowi Tertibkan Perpu Anti Terorisme

Minggu, 02 Juli 2017 – 10.46 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Pak Jokowi, ulah teroris makin menggila pak. Mereka makin nekat dan makin membabi buta. Jika dulu kalkulasi mereka adalah rela berkorban 1 nyawa asalkan bisa membunuh puluhan orang kafir, sekarang mereka berani membarter 1 nyawa hanya untuk melukai dan membunuh 1 atau 2 kafir. (Baca: Inilah Fakta Dibalik Kenapa Molornya UU Terorisme)

Dulu mereka melakukan aksinya (mau menulis kata jihad takut dikomplain) memakai bom rakitan dengan biaya tinggi, sekarang cuma dengan bermodal sangkur atau pisau belati yang bisa dibeli harga ratusan ribu atau paling 1 jutaan saja. Artinya mereka tak perlu menunggu donasi dari luar, cukup merogoh kocek tabungannya sendiri sudah bisa beraksi.

Dulu untuk jadi teroris harus punya kecerdasan lumayan, karena harus bisa merakit bom dan mungkin harus menguasai bahasa asing, yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan jaringannya. Sekarang cukup bermodal telinga dan otak yang terkontaminasi doktrin radikal, langsung bisa melakukan aksi. (Baca: Anggota Komisi 1 DPR Sebut Muhammad Syafii Gerindra Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme)

Dulu mereka beraksi harus melalui perencanaan dan mungkin gladi bersih (karena harus merakit bom, membeli mobil pick up, mengamati target, dll). Sekarang tinggal naik ojek dan bawa senjata tajam menuju target operasi, mereka bisa beraksi. Artinya semua bisa dilakukan secara spontanitas. Jumat dapat doktrin radikal, Sabtu beli pisau, minggu beraksi.

Dulu mereka memilih target orang orang bule (Amerika, Australia, Inggris dll) yang dianggap menjadi representasi orang kafir, sekarang berubah sasaran ke orang kafir dan thagut dari sesama bangsa sendiri. Bahkan polisi pun dimusuhi dan dianggap thagut.

Negara ini sudah darurat terorisme, harus segera diatasi. Sayangnya polisi tak bisa melakukan preventif karena belum ada payung hukum untuk melakukan tindakan preventif. Ketua panitia RUU tentang Terorisme ternyata si pembawa “doa politik” asal partai Gerindra yang patut diduga lebih suka melihat negara ini kacau ketimbang aman tenteram. Kalau ada banyak gangguan terorisme, publik menganggap republik ini tidak aman, dan nanti digiring opininya untuk memilih capres ex militer. Jadi menunggu RUU disahkan menjadi UU ibarat mimpi di siang bolong. Ayolah pak Jokowi, segera gunakan kewenanganmu sesuai konstitusi. Ada (Baca: Kepala BNPT: Indonesia Seperti Suriah Jika Tidak Punya UU Terorisme yang Pas)

UUD pasal 22 ayat 1 dan UU No 12 th 2011 ayat 1 tentang Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang undang). Unsur kegentingan yang memaksa sudah terpenuhi. Atau masih harus menunggu korban berjatuhan lagi? Menunggu gedung parlemen diledakkan dulu oleh teroris?

Please deh pak. Ayo ambil tindakan nyata melawan aksi terorisme. Jangan menunggu tragedi Marawi terjadi di republik ini. Sel tidur mereka sudah banyak, harus segera dilumpuhkan. Segera terbitkan Perpu, karena kita tak bisa berharap pada itikad baik DPR untuk mengesahkan RUU Anti Terorisme. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ari Wibowo

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: