Headline News

Arab Saudi Tangguhkan Ibadah Haji Jika Ahok Tidak Dipenjara, Hoax

Sabtu, 11 Februari 2017 – 20.33 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia menjadi heboh dengan adanya Ahok, tak pelak berita berseliweran tak jelas. Salah satunya adalah tuduhan kepada Arab Saudi tentang penangguhan ibadah haji jika Ahok tidak dipenjara. (Baca: OKI: Fitnah Saudi, Serangan Yaman ke Mekkah Sebuah Tindak Pidana Serius)

Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi yang ada di Jakarta membantah kabar yang menyatakan pemerintahnya akan menangguhkan ibadah haji untuk Indonesia. Hal ini terkait beredar pernyataan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi yang menyatakan akan menangguhkan ibadah haji jika Basuki Tjahaja Purnama tidak dipenjara. (Baca: Ulama Yaman Kecam Media Saudi yang Sebarkan Berita Hoax Houthi Serang Ka’bah-Mekkah)

Sebuah pesan mengatasnamakan Kemlu Arab Saudi menyatakan telah menganalisa pemberitaan dan penjabaran Syekh Ali Jabber, tentang Kasus Penistaan Agama yang di lakukan Gubernur DKI Jakarta mengenai penafsiran Surat Al-Maidah ayat 51. Dalam pernyataan itu, Kemlu Saudi menyatakan turut prihatin dan menghormati serta menghargai hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Kemlu Saudi memberikan ultimatum bahwa mereka akan mengawasi jalannya persidangan dan akan memberikan skorsing jamaah haji asal Indonesia pada tahun ini dan dua tahun berikutnya. (Baca: Janji Saudi Santuni Korban Mekkah Tak Kunjung Turun)

“Guna menanggapi berita hoax yang beredar seputar pernyataan di atas, Kedubes Arab Saudi di Jakarta sekali menegaskan bahwa berita tersebut adalah hoax,” begitu bunyi pernyataan Kedubes Saudi yang disampaikan oleh Kepala Biro Media Kedutaan Arab Saudi, Ahmad Suryana, lewat pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (11/2/2017).  (Baca: “ISLAM” Saudi Rasa Israel)

Seperti diketahui, kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi perhatian khusus saat ini. Sejumlah aksi digelar oleh ormas-ormas untuk menuntut agar Ahok dipenjara karena dianggap telah menistakan agama Islam.

Penyebar Hoax Terancam Pidana

Polisi telah menyatakan tidak segan-segan menindak penyebar hoax yang bisa membuat kekacauan di masa tenang pilkada.

“Ya memang, dalam kehidupan demokrasi kita juga enggak mau hantam kromo. Tapi yang jelas kalau melewati batas dan arahnya merusak kita pidana,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rikwanto.

Rikwanto mengaku pihaknya sudah memetakan atau memantau akun-akun mana saja yang seringkali menyebarkan hoax dan berpotensi merusak masa tenang pilkada. Namun polisi tentunya akan memilah-milah dalam mengambil tindakan.

“Tentu kita tidak gegabah atau bekerja hanya berdasar UU ITE saja. Kalau itu separuhnya (di medsos) bisa dipenjara itu. Kita pilah-pilah betul lah pastinya. Ada buzzer memang dan sudah dipetakan dan itu jadi industri menghasilkan kita lihat ya,” tambah Rikwanto.

Dia menerangkan, saat ini hoax yang beredar di medsos atau pesan berantai kebanyakan ada dua latar belakang. Yang pertama hoax itu dibuat dari pelintiran berita sebenarnya. Yang kedua, hoax seringkali muncul dari berita yang dibuat-buat tanpa konfirmasi dan seringkali melakukan pencatutan nama.

“Banyak sekali hoax. Hoax ada dua, yaitu berita benar dipelintir dan berita yang memang dibuat-buat. Ya, mereka tujuannya bisa menimbulkan kekacauan atau senang-senang saja,” ujar Rikwanto. (SFA/BerbagaiSumber)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Arab Saudi Tangguhkan Ibadah Haji Jika Ahok Tidak Dipenjara, Hoax | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: