Headline News

Arab Saudi Kebut Pembicaraan Pembelian S-400 Rusia

S-400 Rusia

RIYADH – Arab Saudi mengatakan negosiasi pembelian sistem rudal S-400 Rusia mengalami “kemajuan”. Berbicara kepada Sputnik pada hari Kamis (31/05), Duta Besar kerajaan Saudi untuk Moskow Rayed Krimly mengatakan kedua pihak mengerjakan rincian teknis dari kontrak tersebut.

Baca: Rudal Yaman Hantam Stasiun Radar Saudi di Asir

“Kami menandatangani kontrak selama kunjungan Raja. Apa yang sekarang terjadi adalah pelaksanaannya memerlukan rincian teknis transfer teknologi, rincian teknis lainnya antara para ahli dari kedua belah pihak,” katanya.

“Para ahli harus menyelesaikan pembahasan mereka, kami tidak dapat menetapkan tanggal untuk mengakhiri diskusi, tetapi itu berjalan dengan cara yang sangat positif,” tambah Krimly.

Desember lalu, Rusia mengatakan pihaknya bekerja dengan Arab Saudi untuk menyelesaikan perjanjian menjual S-400 Triumf, sistem rudal anti-pesawat jarak jauh Rusia. Sebelumnya, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud melakukan perjalanan empat hari ke Moskow pada Maret 2017.

Baca: Saudi Akan Beli Sistem Rudal Iron Drome Israel Karena Sering di Rudal Yaman

Selama kunjungan itu, Rusia juga setuju untuk menjual ke Arab Saudi, sistem anti-armor Kornet-M, peluncur roket Tos-A1, peluncur granat AGS-30, dan Kalashnikov AK-103, menurut kantor informasi dari Dinas Federal Rusia untuk kerja sama militer.

Riyadh telah sering mengklaim mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, tetapi banyak laporan telah menunjukkan kegagalan sistem rudal Patriot buatan AS untuk menangkis serangan tersebut.

Gerakan Houthi Ansarullah yang populer di Yaman menembakkan rudal balistik ke bandara di barat daya Arab Saudi sebagai pembalasan atas serangan udara koalisi pimpinan Saudi.

Pada bulan April, The New York Times menggambarkan Patriot sebagai sistem pertahanan rudal yang menghadapi pengawasan setelah gagal melindungi ibukota Arab Saudi dari rudal yang ditembakkan oleh Houthi di Yaman,” tulis surat kabar itu.

Baca: Gagal Cegat Rudal Yaman, Rudal Saudi Hantam Pemukiman di Riyadh

Sebulan sebelumnya, majalah Foreign Policy yang berbasis di Washington menerbitkan sebuah artikel, yang menggambarkan Patriot sebagai “sistem pertahanan rudal yang gagal,” dan menimbulkan keraguan atas kebenaran klaim kerajaan yang selalu menetralkan serangan rudal Yaman.

Arab Saudi sangat bergantung pada Amerika Serikat dalam perangnya di Yaman. Washington telah mengerahkan pasukan komando di perbatasan Arab Saudi-Yaman untuk membantu menghancurkan senjata milik gerakan Houthi Ansarullah Yaman. AS juga telah menyediakan dukungan logistik dan pengisian bahan bakar udara.

Arab Saudi dan sekutunya menginvasi Yaman pada Maret 2015 untuk memulihkan kembali mantan sekutu Riyadh. Koalisi telah gagal mencapai tujuan meskipun kekuatan militernya unggul. Sebaliknya, lebih dari 14.000 warga sipil Yaman telah tewas dalam perang ini. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: