Headline News

Arab Saudi Akan Bangun Kota Termegah, Tapi Tak Mampu Bayar Korban Crane

Kamis, 26 Oktober 2017

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi mengumumkan rencana untuk membangun kota mega baru, yang melintasi perbatasannya dengan Yordania dan Mesir yang sepenuhnya akan didukung oleh energi terbaru.

Kota yang dinamai NEOM, akan dibangun dari lapangan hijau di barat laut Arab Saudi. Kota ini akan membentang lebih dari 26.500 kilometer persegi, area yang 33 kali lebih besar dari New York City. Kota ini juga sudah memiliki akun Twitter dan website sendiri.

Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan bahwa kota ini akan fokus pada industri termasuk energi dan air, bioteknologi, makanan, manufaktur modern dan hiburan.

Pembangunan kota ini akan didukung lebih dari $ 500 miliar oleh Kerajaan Arab Saudi, Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) – dana kedaulatan kerajaan terbesar – investor lokal dan internasional lainnya.

“NEOM terletak di salah satu arteri ekonomi paling menonjol di dunia, yang akan menampung hampir sepersepuluh dari arus perdagangan dunia,” kata PIF dalam siaran persnya.

“Lokasi strategisnya juga akan memfasilitasi cepatnya kemunculan zona tersebut sebagai pusat global yang menghubungkan Asia, Eropa dan Afrika. Dan memungkinkan 70% populasi dunia mencapainya dalam waktu kurang dari delapan jam.”

NEOM akan didukung sepenuhnya dengan menggunakan energi angin dan matahari. Semua layanan di kota akan sepenuhnya otomatis dan ditangani oleh robot.

PIF mengatakan bahwa kota tersebut kemungkinan akan memiliki PDB per kapita tertinggi di dunia. Ia juga mengatakan NEOM akan memiliki suhu yang ringan karena angin sepoi-sepoi yang masuk dari laut.

“Semua ini akan memungkinkan gaya hidup baru yang akan memperhitungkan ambisi dan pandangan manusia yang dipadukan dengan teknologi masa depan dan prospek ekonomi yang luar biasa,” kata Pangeran Mahkota.

Pengumuman tersebut datang pada hari yang sama ketika Putra Mahkota mengumumkan bahwa Arab Saudi, yang dikenal dengan peraturan ultra konservatif, beralih ke bentuk Islam “moderat” yang terbuka untuk semua agama.

Bangun Kota Termegah, Tapi Tak Mampu Bayar Korban Crane

Pengadilan negeri Saudi baru-baru ini, pada Senin (23/10), menetapkan bahwa tidak akan ada ganti rugi/uang darah/diyyat untuk para korban crane.

Pengadilan juga mengatakan bahwa baik korban luka maupun kerusakan yang terjadi di Masjidil Haram akan mendapat kompensasi karena bencana tersebut disebabkan oleh alam dan tidak ada unsur manusia di belakangnya.

Putusannya pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Grup Binaldin yang bertanggung jawab atas operasi crane raksasa tersebut.

Raja Salman, pasca tragedi pernah mengumbar janji dengan menyatakan akan memberikan kompensasi terhadap semua korban dalam insiden tersebut. Janji Raja Salman itu hingga saat ini masih dinanti korban maupun keluarga korban termasuk korban dari Indonesia, karena menurut mereka janji itu masih juga belum direalisasikan. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: