Fokus

Ansor, Banser dan Warga Papua Kompak Tolak HTI dan Ormas Radikal

Rabu, 10 Mei 2017 – 08.21 Wib,

SALAFYNEWS.COM, PAPUA – Inilah bentuk bela negara dan cinta NKRI yang dilakukan oleh Ratusan pemuda dari berbagai elemen kepemudaan di Kota Jayapura yang berunjukrasa tolak keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atau kelompok intoleran di Papua disambut baik Gubernur Papua, Lukas Enembe di halaman Kantor Gubernur Papua, Dok 2, Kota Jayapura, Papua, Senin, 8 Mei 2017. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Unjukrasa tolak HTI yang dikabarkan sudah berada di Kota Jayapura ini, dimotori Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser NU di Papua, Brigade Manguni Indonesia di Papua, dan organisasi kepemudaan lainnya yang ada di wilayah Kota Jayapura, Papua.

Dalam aksi penolakan HTI dan kelompok intoleran ini, para pengunjukrasa menerikan yel-yel seperti, tolak HTI, bubarkan HTI, NKRI Harga Mati, dan Pancasila adalah final. Selain itu, massa membentangkan berbagai spanduk bertuliskan: “Papua Tanah Damai”, “NKRI Harga Mati”, “Pancasila Jaya”, “Bubarkan HTI”, “Papua Menolak HTI”, dan “Pidanakan Anggota HTI”. (Baca: Denny Siregar: Inilah Perang Politik PKS di Indonesia)

Reza Fauzan Al Hamdi, salah satu perwakilan pengunjukrasa dalam orasinya menyatakan, Gubernur Papua, Kapolda Papua, dan Pangdam XVII Cenderawasih harus mengambil tindakan tegas terhadap keberadaan organisasi radikal seperti HTI dan FPI.

“Jika tak dilakukan, maka elemen pemuda akan kembali mendatangi Kantor Gubernur dengan masa yang lebih banyak serta mengambil tindakan sendiri untuk membubarkan HTI ataupun organisasi radikal lainnya yang kini sudah masuk di wilayah Papua,” jelas Reza dalam orasinya.

Setelah berorasi selama kurang lebih satu jam, Gubernur Papua, Lukas Enembe menemui masa pengunjukrasa dan menerim aspirasi yang disampaikan. Senada dengan pengunjukrasa, Lukas juga dengan tegas menolak keberadaan organisasi intoleran ini di Papua.

 “Saya selaku Gubernur Papua juga mendukung keinginan saudara untuk menolak organisasi radikal di Papua. Sebab tanah Papua ini tanah damai, kami sepakat tidak boleh ada HTI di tanah ini,” jelas Lukas dihadapan para pengunjukrasa. (Baca: Rest In Peace HTI)

Lukas mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih untuk membubarkan organisasi ini (HTI). “Gerakan radikalisme di Papua harus dibubarkan, tinggalkan Papua. Kelompok ini membahayakan keutuhan NKRI di tanah Papua,” jelasnya. (SFA)

Sumber: Kabar Papua

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: GP Ansor Papua Minta Kemenag Surati Sekolah, Masjid & Pesantren Terkait Bahaya HTI | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: