Amerika

Anggota Senat Ajukan Proposal Pembatalan Kesepakatan Senjata Trump-Saudi

Sabtu, 27 Mei 2017 – 06.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Sejumlah anggota Senat AS telah mengajukan rancangan resolusi yang bertujuan untuk membatalkan atau mencegah penjualan peralatan militer yang merupakan bagian dari kesepakatan yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dengan rezim Saudi saat kunjungannya ke Saudi dikarenakan rezim Saudi diketahui telah mendukung terorisme dan banyak melakukan pelanggaran HAM. (Baca: WOW! AS-Saudi Tandatangani MOU Penjualan Senjata Senilai 110 Miliar Dolar)

Senator Republik Rand Paul dan senator Demokrat Chris Murphy dan Al Franken telah mengajukan proposal yang berisi penolakan terhadap kesepakatan tersebut dalam senat AS untuk memaksa dewan AS melakukan voting terkait hal ini dan Komite Hubungan Luar Negeri di Senat telah menerima pemberitahuan resmi mengenai kesepakatan ini.

Reuters mengutip dari Rand Paul mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “mengingat dukungan Saudi terhadap terorisme dan buruknya Saudi dalam menghormati hak asasi manusia serta cara-cara barbar yang kontorversial yang telah Saudi terapkan dalam agresi di Yaman telah membuat Kongres AS mempertimbangkan dengan hati-hati dan membahas dengan cermat apakah penjualan senjata senilai miliaran dolar kepada Saudi tersebut sesuai dengan kepentingan nasional kita saat ini”.

Adapun Arms Export Control Act yang diterbitkan tahun 1976 memperbolehkan setiap anggota Senat memerintahkan Dewan untuk melakukan pemungutan suara terkait kesepakatan senjata setelah Kongres menerima pemberitahuan resmi terkait kesepakatan tersebut. (Baca: Merkel Minta Saudi Hentikan Perang di Yaman Tapi Tetap Jual Senjata ke Riyadh)

Dan terlihat jelas bahwa Trump telah mengabaikan hubungan mesra yang telah lama dijalin rezim Saudi dengan organisasi-organisasi teroris termasuk ISIS ketika menjalin kesepakatan yang bernilai puluhan miliar dolar ini.

Sebelumnya, tiga anggota Dewan AS pada tahun lalu juga pernah mengajukan proposal yang sama untuk membatalkan penjualan tank dan peralatan militer lainnya kepada rezim Saudi senilai 15,1 miliar dolar, namun proposal tersebut ditolak oleh anggota Dewan AS.

Anggota DPR AS juga merespon kesepakatan yang direncanakan ini dan anggota dewan dari Partai Republik Ted Yoho dan dari Partai Demokrat Ted Lieu menuliskan kepada ketua Komite Hubungan Luar Negeri di Dewan AS untuk meminta diadakannya sesi pertemuan untuk meninjau kembali kontrak penjualan amunisi presisi tinggi kepada rezim Saudi, seperti dilansir Sana (26/05). (Baca: Boris Johnson Diam-diam Setujui Penjualan Senjata ke Saudi Untuk Sikat Yaman)

Pemerintahan mantan presiden AS Barack Obama dan pemerintah Inggris telah banyak menuai kritik keras dan kecaman  yang meluas sebagai akibat dari suplai senjata canggih kepada rezim Saudi yang digunakan dalam agresi brutal Saudi terhadap rakyat Yaman. Bahkan, sejumlah organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional telah menuntut tanggung jawab hukum yang dipikul Washington dan London atas kejahatan yang dilakukan koalisi Saudi di Yaman dan hal inilah yang menyebabkan pemerintahan AS sebelumnya membatasi kesepakatan senjata. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: