Fokus

Anggota DPRD dari Kader PKS Hina Kyai Said Aqil Siradj Tercyduk

Jum’at, 16 Maret 2018 – 07.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SULAWESI UTARA – Rekam jejak kader PKS yang menghina lembaga negara, NU dan tokoh agama serta ulama yang berseberangan dengan mereka banyak sekali, sebelumnya polisi menangkap Kader PKS asal Tegal dan juga anggota dewan yang menghina NU.

Baca: Anggota DPRD Tegal dari Kader PKS yang Hina NU Minta Maaf

Dan baru-baru ini aksi tak pantas dilakukan oleh seorang anggota wakil rakyat (DPRD) dari partai Keadilan Sejahtera (PKS), Kota Kotamobagu-Sulut, Kadir Rumoroy, yang dianggap menghina ketua umum Nahdhatul Ulama (PBNU) atas postingan video hoax yang dipostingnya melalui akun facebook pada 8 Maret 2018 lalu akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Baca: TERLACAK! Sebut Densus Brengsek dan Buya Syafii Maarif Pikun Ternyata Kader PKS

Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Kadir Rumoroy dihadapan Pengurus Ansor Kotamobagu dan Pengurus NU Bolaang Mongondow, di Sekretariat NU Kotamobagu, Rabu (13/3/2018).

Menurut salah satu Pengurus Ansor Kotamobagu, Dani Mokodongan, pihaknya mengundang Kadir Rumoroy atas postingannya di facebook yang dianggap menghina Ketua PBNU. Pertemuan tersebut merupakan forum Tabayun.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama semua pihak serta untuk menjaga ukhuwah maka Bapak Kadir Rumuroi bertabayun dan klarifikasi terkait postingan di medsos beberapa waktu lalu tentang potongan video ceramah Kyai Said Agil Siradj yang ter Indikasi Hoax,” ujar Dani Mokodongan.

Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi

Menurut Dani, dalam pertemuan tersebut semua bersepakat melawan hoax di sosial media, dan peristiwa ini jadi pelajaran agar semua berhati-hati dalam menyebarkan konten di media sosial.

Kadir Rumoroy yang juga Anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ketika dikonfirmasi, membenarkan pertemuan tersebut. “Iya benar, saya datang dan silaturahim dengan Pengurus Ansor. Benar saya sudah minta maaf sebagaimana diposting oleh anak-anak Ansor di media sosial,” ujar Rumoroy.

Hasil penelusuran Media Totabuan, video asli berdurasi kurang lebih 2 menit tersebut, memperlihatkan bagaimana Kyai Said sedang memberikan Tausiyah dihadapan warga Nahdliyin saat Harlah NU ke-94 di Jepara. Dalam kesempatan itu, Ketum PBNU mengkritik orang-orang Islam yang cenderung menjadikan agama jadi budaya. Harusnya, menurut Kyai Said budaya adalah pelengkap orang islam dalam beragama.

Sebagaimana dikutip dari situs Muslimoderat, didepan puluhan ribu Nahdliyin Kyai Said berkata “Kalau budaya kita sekarang, agamanya dijadikan infrastruktur, budayanya diatas, “ngko bakale nganggo gamis (nanti pakaiannya gamis) budayane wong arab. Kalau kita tidak. Nganggone batik, sarung, kanggo Sholat. Budaya seharusnya untuk agama. Justru sekarang sebaliknya Agama jadi budaya. Menggunakan gamis seperti Kanjeng Nabi tapi demonstrasi. Tambah Kyai Said, Inilah yang saya maksudkan dengan Islam Nusantara, Islam yang menghormati budaya. Bukan saja menghormati, bahkan melestarikan budaya, jika budaya kita kuat, maka kita bangun agama jadi lebih kuat.

Baca: Surat Terbuka Warga NU Kepada Sugi Nur Raharja Si Penghina Ansor dan Banser

Pernyataan diatas menurut Kyai Said dimaksudkan kepada mereka yang melakukan demonstrasi menggunakan gamis, meneriakkan takbir dengan penuh kesombongan, yang sebenarnya ini justru merusak citra islam itu sendiri. Jika gamis adalah pakaian Rasulullah maka gunakan ia sebagai pelengkap keimananmu bukan untuk kedok memuluskan niat politis semata.

Makanya lebih baik menggunakan batik tapi untuk beragama daripada gamis tapi untuk demonstrasi. Dan Kyai Said mengetahui siapa yang menggerakkan para demonstran itu.

Jadi jelaslah dalam video itu Kyai Said tidak menghina gamis seperti yang tertulis dalam penggalan video yang telah diedit itu. Justru Kyai Said mengkritisi pembelokan maksud penggunaan gamis itu sendiri. Inilah maksud tersirat yang ingin disampaikan oleh KH. Said Aqil Siradj.

Video tersebut kemudian diedit dengan tulisan ‘Said Agil Mengajarkan Umat Membenci Gamis’. Dan dibagikan menggunakan akun facebook dengan akun bernama Ashabul Kahfi. Postingan akun Ashabul Kahfi tersebut kemudian ikut dibagikan oleh Kadir Rumoroy melalui akun facebook miliknya bernama Kadir Rumoroy Mahmud.

Baca: Cak Nun: Islam Kok Tidak Rahmatan Lil Alamin?

Postingan hoax tersebut kemudian mendapat respon dari PC Ansor Kotamobagu dan berniat untuk melaporkan postingan dari Kadir Rumoroy, melalui LBH NU Kotamobagu. Namun, sebelum dilaporkan ke pihak berwajib, Ansor mengundang Kadir Rumoroy dan berakhir dengan permintaan maaf dan kesepakatan untuk tidak menyebar berita hoax. (SFA/Islampers)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: