Nasional

Ancaman Tegas Polisi, Orang yang Dititipi Aset Bos Abu Tours Bisa Jadi Tersangka

Polisi Sita Aset Abu Tours

Kamis, 29 Maret 2018 – 17.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengingatkan keluarga atau teman dari bos PT Abu Tours, Hamzah Mamba, (35) bisa dijadikan tersangka jika terbukti ikut menyembunyikan aset yang saat ini dalam penelusuran penyidik.

Baca: Iyyas Subiakto: Kebiadaban Travel Pemalak

Menurut Dicky, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel saat ini tengah menyelidiki kemungkinan aset-aset Hamzah Mamba yang kini telah jadi tersangka kasus pidana penyelenggaraan umroh, penipuan dan TPPU itu dikuasakan ke keluarga dan teman-temannya.

“Informasi yang diterima demikian adanya bahwa aset-aset itu ada di beberapa kota di Indonesia termasuk di Jakarta dan telah dikuasakan. Jadi kepada keluarga atau teman-teman dari pihak PT Abu Tours yang telah dititipi aset itu, tolong dikembalikan saja kepada polisi karena jika nanti pada akhirnya ditemukan, orang yang dititipi aset atau dikuasakan bisa juga jadi tersangka,” kata Dicky Sondani saat ditemui di hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis, (29/3).

Baca: Abu Tours dan Money Game Berkedok Umrah dan Haji

Meski aset-aset bos PT Abu Tours itu telah dikuasakan namun tetap akan disita karena merupakan hasil kejahatan. Sementara itu, sejak kemarin dua hari berturut-turut, tim penyidik melakukan pemasangan papan bicara penyitaan terhadap aset-aset tak bergerak yang penetapannya telah keluar dari Pengadilan Negeri Makassar.

Dari 34 aset tak bergerak yang telah ditetapkan Pengadilan Negeri Makassar itu, 14 di antaranya telah dipasangi papan bicara penyitaan. Mulai dari bangunan kantor, rumah-rumah mewah, apartemen, gudang dan bidang tanah.

Khusus 14 aset tak bergerak itu, kata Dicky, nilainya sudah kisaran Rp 100 miliar. Tapi nilai itu belum seberapa dibandingkan dengan total jumlah kerugian calon jemaah yang mencapai triliunan rupiah.

Baca: Nasehat Bijak Sang Penipu Berjidat Legam

“Meski aset-aset itu telah berstatus disita dan dipasangi papan bicara, masih bisa beraktivitas di dalamnya. Di rumah-rumah yang disita itu, penghuninya tidak akan diusir tapi di bawah penguasaan hukum, tidak boleh diperjualbelikan atau diberikan kepada orang lain karena sudah di bawah kuasa Polda Sulsel,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Sulsel saat merilis penetapan Hamzah Mamba, bos PT Abu Tours sebagai tersangka, bahwa jumlah calon jemaah yang ditipu, tidak diberangkatkan umroh sebanyak 86.720 orang yang berasal dari 15 provinsi, wilayah operasional biro perjalanan haji dan umroh yang berpusat di Makassar itu.

Polisi menyebut, total kerugian seluruh calon jemaah itu mencapai Rp 1,8 triliun yang kemudian diralat oleh Abdul Wahid Tahir, Kakanwil Kemenag Sulsel bahwa bukan Rp 1,8 triliun melainkan Rp 1,4 triliun berdasarkan hasil audit kantor akuntan publik.

Hamzah Mamba disangkakan melanggar pasal 45 ayat (1) junto pasal 64 ayat (2) UU penyelenggaraan haji, subsider pasal 372 dan 378 junto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 3, 4, 5 UU TPPU dengan ancaman 20 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar. (SFA/Merdeka)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: