Headline News

Ancaman Tak Biasa Yaman Jika Saudi Serang Pelabuhan Hudaydah

Minggu, 12 November 2017 – 06.13 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman telah memperingatkan koalisi pimpinan Saudi untuk tidak meluncurkan serangan militer ke kota pelabuhan Hudaydah, dan menekankan bahwa tanggapan pasukan Yaman “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam kasus semacam itu.

Baca: Media Perancis Bongkar Rencana AS, UEA dan Saudi Serang Pelabuhan Hudaydah

“Jika Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memilih untuk menyerang Hudaydah, kami akan melakukan balasan tidak seperti sebelumnya,” kata sebuah pos yang dipublikasikan di halaman Facebook Mohammed Ali al-Houthi pada hari Sabtu, kantor berita Sputnik Rusia melaporkan.

Dia menambahkan, “Kita bisa menargetkan kapal tanker minyak Saudi. Angkatan Laut Yaman bisa menyerang kapal minyak Saudi. Kita bisa mengambil tindakan… jika mereka (koalisi pimpinan Arab Saudi) menyerang Hudaydah.”

Baca: Pasukan Yaman Hajar Kapal Tanker Koalisi Saudi dengan Rudal Hingga Tenggelam

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman menekankan bahwa semua instalasi minyak raksasa di Arab Saudi akan menjadi sasaran utama rudal Yaman mulai sekarang, dan menasihati koalisi pimpinan Saudi untuk tidak melakukan serangan terhadap Hudaydah, jika mereka ingin menjaga agar kapal tanker minyak Saudi tetap aman.

Pada tanggal 5 November, pasukan Yaman meluncurkan rudal Scud tipe Burkan-2 (Volcano-2) ke Bandara Internasional Raja Khalid, yang terletak 35 kilometer utara ibukota Saudi, Riyadh, sebagai pembalasan atas kampanye pemboman udara mematikan Riyadh di Yaman.

Arab Saudi secara terus-menerus membombardir Yaman sejak Maret 2015, dalam upaya untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah yang populer dan mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi, sekutu setia rezim Riyadh.

Lebih dari 12.000 orang terbunuh sejak awal kampanye lebih dari dua setengah tahun yang lalu. Sebagian besar infrastruktur termasuk rumah sakit, sekolah dan pabrik, telah rata dengan tanah.

Perang yang dipimpin oleh Saudi juga telah memicu epidemi kolera yang mematikan di Yaman. Menurut data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia, wabah kolera telah menewaskan 2.167 orang sejak akhir April dan menginfeksi 841.906 orang lainnya.

Baca: Pakar Medis Sebut Koalisi Saudi Penyebab Epidemi Kolera di Yaman

Sementara itu, PBB telah menggambarkan tingkat kelaparan saat ini di Yaman sebagai keadaan yang “belum pernah terjadi sebelumnya,” dan menyebutkan bahwa 17 juta orang sekarang merasa tidak aman di negara ini.

PBB juga menekankan bahwa 6,8 juta orang, yang berarti hampir satu dari empat orang, tidak memiliki cukup makanan dan bergantung sepenuhnya pada bantuan luar.

Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa hampir sepertiga keluarga memiliki kesenjangan dalam makanan mereka, dan hampir tidak pernah mengkonsumsi makanan seperti kacang, sayuran, buah, produk susu atau daging.

Lebih dari 3 juta wanita hamil dan menyusui serta anak di bawah 5 tahun membutuhkan dukungan untuk mencegah atau mengobati kekurangan gizi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: