Headline News

Ancaman Keras Erdogan, Turki Akan Hancurkan Tentara Teror Produk AS di Suriah Utara

Selasa, 16 Januari 2018 – 07.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Amerika Serikat atas dukungannya dalam menciptakan “tentara teror” beranggota 30.000 di perbatasan selatan Turki dan Suriah, dan berjanji akan menghancurkan pasukan tersebut sebelum dikerahkan.

Baca: Geger Amerika dan Turki di Perbatasan Suriah

“Amerika telah mengakui bahwa hal itu sedang dalam proses pembentukan tentara teror di perbatasan kita. Sudah menjadi tugas kita untuk menggigit tentara teror ini sejak awal,” kata Erdogan pada hari Senin.

Dia menambahkan, “Kepercayaan di Turki jika kita adalah sekutu strategis Anda. Jika tentara dibutuhkan di Raqqah atau Manbij, kita bisa mengirim satu atau dua brigade. Bertindaklah dengan Turki. Apa yang Anda lakukan salah; Anda akan mempermalukan diri di depan pasangan strategis Anda.”

Baca: Turki Ditelantarkan Amerika

Presiden Turki juga memperingatkan pejabat Amerika bahwa pasukan baru, yang akan terdiri dari pasukan perlindungan rakyat Kurdi (YPG), pada akhirnya akan mengkhianati mereka.

“30.000 teroris ini akan menjadi yang pertama menunjukkan senjata mereka ke tentara Amerika, saat mereka mengalami masalah. Terserah kepada AS untuk memutuskan apakah menginginkan masa depan dengan para pembunuh ini. Meski begitu, kami tidak akan membiarkan apapun membahayakan keamanan nasional kita,” Erdogan menegaskan.

Dia menekankan bahwa tentara Turki siap “kapan saja” untuk memulai operasi melawan YPG di Suriah.

“Angkatan Bersenjata Turki akan menangani masalah di Afrin dan Manbij. Persiapannya lengkap. Operasi bisa dimulai kapan saja,” Erdogan memperingatkan, dan menambahkan bahwa operasi militer akan berlanjut sampai tidak ada satupun teroris yang tersisa di perbatasan Turki.

Oposisi Turki

Sementara itu, partai oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP), telah meminta pemerintah untuk membuat keputusannya secara diam-diam menjelang kemungkinan operasi di kota Afrin, Suriah.

“Kita harus melihatnya dengan hati-hati, lalu mengambil keputusan yang bijaksana. Kita harus membuat perbedaan antara insiden di sana (Afrin) dan masalah domestik. Ini adalah masalah yang sensitif bagi bangsa ini,” kata Wakil Ketua CHP Ozturk Yilmaz.

Baca: Faisal Mekdad: Kehadiran AS, Turki di Suriah Ilegal dan Tak Dapat Diterima

Yilmaz juga mengecam rencana AS untuk membentuk pasukan perbatasan Kurdi. “Peran AS di wilayah ini tidak konstruktif, tapi destruktif,” katanya.

Apalagi, Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag menyatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat sedang membangun “sebuah tentara teroris yang berada di bawah kedok pasukan Garda Perbatasan Suriah.”

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag dalam tweet-nya juga mengatakan bahwa Washington “bermain dengan api”.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga mengatakan bahwa kekuatan baru tersebut adalah sebuah tanda bahwa Washington “tidak ingin melestarikan integritas teritorial Suriah.”

Lavrov mengatakan bahwa angkatan perbatasan yang baru lahir “tidak membantu menenangkan situasi” dan menyarankan bahwa hal itu hanya akan meningkatkan ketegangan.

Selain itu, pemerintah Suriah mengecam pasukan perbatasan Kurdi yang didukung AS, dan menyebutnya “perambahan mencolok atas kedaulatan, kesatuan dan integritas teritorial Suriah” serta pelanggaran hukum internasional. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: