Fokus

Analis: Keberanian Suriah dan Kegagalan Zionis Israel Provokasi Assad

Rabu, 18 Januari 2017 – 14.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Seorang ahli militer bernama Roi Ben-Yishai mengatakan kepada Yedioth Ahranoth bahwa “beberapa hari lalu rudal-rudall Israel telah menghantam sebuah kargo roket jenis Fateh 111 yang berada di gudang penyimpanan di bandara militer al-Mazzeh, Suriah”.

Rudal ini memiliki jangkauan sejauh 300 km dan berat hulu ledaknya 400 kg, serta dilengkapi dengan Gambar uuntuk mengendalikan arah dan lintasan rudal yang dikhususkan untuk reaktor nuklir Dimona. (Baca: Inilah Alasan Kenapa Suriah Tidak Membalas Serangan Israel)

Ben Yishai mengatakan bahwa “setelah serangan Israel, banyak pihak yang telah memperingatkan mengenai balasan dari Suriah yang bisa mencapai ke dalam Tel Aviv, namun hal itu tidak terjadi,  Damaskus lebih memilih membalas serangan dengan rudal jarak jauh yang menargetkan pangkalan udara militer Israel”.

Berikut ini adalah poin-poin penting yang perlu kita ketahui :

Pertama, ini adalah pertama kalinya Suriah membalas serangan dalam jangka waktu yang cepat yakni dalam beberapa hari.

Kedua, bentuk balasan Suriah adalah serangan langsung.

Ketiga, bungkamnya Suriah yang tidak menyebutkan apapun mengenai balasan yang akan mereka lakukan. Dan dari tiga poin ini bisa kita simpulkan bahwa :

Pesan Suriah yang jelas dari Bashar Assad berisi bahwa aturan peperangan kini berada di tangan Suriah, dan setelah hari ini jaminan Rusia atau selainnya tidak akan bermanfaat bagi Israel. Dan pesan ini menjelaskan akan pengumuman yang jelas tentang apa yang akan terjadi setelah hari ini, dan saya sebagai ahli militer ingin menunjukkan dan memperingatkan kepada pimpinan militer Israel terkait upaya untuk memprovokasi Assad, dan bertaruh bahwa kesabaran bangsa Suriah akan lebih lama manfaatnya dan sayapun hampir melihat rudal-rudal Suriah akan menghujani langit Israel tanpa henti, dan saat itu kubah besi atau selainnya tidak akan bermanfaat.

Saya mengajukan pertanyaan kepada para pemimpin yang tergesa-gesa dan juga Mesir terkait provokasi terhadap Assad: (Baca: Damaskus Tuntut PBB Atas Serangan Israel ke Bandara Militer Suriah)

Setelah 6 tahun perang di Suriah, apakah Anda masih yakin bahwa senjata di Suriah yang mengancam Anda tidak akan muncul lagi setelahnya? Dan apakah Anda berfikir bahwa segala sesuatu yang terjadi di Suriah bukan akibat dari peralatan dan senjata milik Anda? Meskipun Anda semua diam dan menutup mata dari Damaskus, lalu kenapa Anda bersikeras memprovokasi Assad dan Anda sudah memahami dengan baik bahwa setelah perang Anda dengan Assad keadaan tidak akan menjadi baik dan mungkin perang tersebut akan menjadi akhir kejayaan Anda?

Lalu salah seorang di antara mereka menanggapi :

Siapa yang meyakini bahwa kami sedang memprovokasi Assad, sebenarnya kami tidak melakukannya. Setiap serangan yang kami arahkan kepada Damaskus pada kenyataanya adalah bentuk balasan terhadap serangan yang Assad lakukan kepada kami.

Tidak ada serangan yang kami arahkan ke Suriah kecuali kami terpaksa untuk keluar di hadapan rakyat kami dan dihadapan dunia yang memandang kami sebagai negara adidaya di Timur Tengah dan memiliki hubungan kepentingan dengan kami, terutama setelah baru-baru ini kami membentuk koalisi dengan banyak negara Arab seperti Arab Saudi, Qatar, Maroko dan negara-negara lain, seperti dilansir oleh kantor berita Middle East Panorama (18/01).

Dan kami selalu berharap kami tidak perlu melakukan serangan lagi karena kami yakin bahwa serangan Assad yang akan datang kepada kami akan lebih kuat dari serangan sebelumnya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: