Analisis

Analis: Dukung Teroris dan Rezim Represif Cara AS-Inggris Gulingkan Negara Lain

Selasa, 02 Januari 2018 – 07.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Amerika Serikat dan Inggris seperti biasa mendukung rezim represif dan organisasi teroris di seluruh dunia, sambil berusaha untuk menggulingkan negara-negara independen dan demokratis, kata seorang analis akademik dan politik di London.

Baca: Rusia Keluarkan Bukti Amerika Bersekutu dengan Teroris di Suriah

Kritikus mengatakan Washington tampaknya mengikuti pendekatan standar ganda dalam hal demonstrasi baru-baru ini di Iran.

“Demokrasi adalah satu hal yang AS dan Inggris tidak inginkan dan itu diperlihatkan dengan dukungan terus menerus mereka terhadap semua otokrasi yang kejam di Timur Tengah,” kata profesor Rodney Shakespeare.

Baca: Rusia ‘Tampar’ Wajah Barat dan Amerika Terkait Teroris ISIS di Suriah

“Anda tidak hanya melihat standar ganda; Anda melihat kebijakan yang disengaja untuk mendukung otokrasi yang kejam dan menyiksa; AS menciptakan ISIS, menyelamatkan ISIS, serta kelompok Takfiri dengan helikopter,” kata Shakespeare kepada Press TV pada hari Senin.

Iran telah mengecam dukungan Washington pada “perusuh dan oportunis” dalam demonstrasi menentang kondisi ekonomi di sejumlah kota Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, pada hari Sabtu mengutuk ucapan “murah, tidak berharga dan tidak benar” Presiden Donald Trump dan pejabat AS lainnya.

Baca: Kelompok Takfiri dan Agen Asing Dibalik Demo Anti Pemerintah Iran

“Amerika Serikat dan Inggris berpikir bahwa mereka memiliki hak untuk mencampuri urusan dalam negeri Iran, hanya karena mereka pikir mereka memiliki hak untuk campur tangan di manapun di seluruh dunia,” kata Shakespeare.

“Setiap hari, Amerika, dan sebagian kecil Inggris, mengganggu politik sebuah negara di suatu tempat di seluruh dunia,” tambahnya.

AS telah menyaksikan demonstrasi massa yang ekstensif dalam beberapa dekade terakhir dalam menanggapi berbagai masalah di negara ini, termasuk keluhan ekonomi, ketidaksetaraan kekayaan, pelanggaran hak asasi manusia dan kebrutalan polisi. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: