Artikel

Analis: BODOH, Barat Tipu Saudi dalam Perang Yaman

Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi dan Donald trump

LEBANON – Arab Saudi gagal meraih kemenangan atas Houthi dan tentara Yaman. Riyadh tidak menyadari bahwa Barat, khususnya Amerika Serikat, tidak akan membiarkan mereka menang, tapi akan meningkatkan tipu daya dalam rangka mendorong Saudi untuk membangun jembatan dengan Israel.

Baca: Pidato Pedas Houthi: Saudi-UEA Diperbudak AS-Israel Untuk Hancurkan Yaman

Perang telah melewati tahun ketiga, Riyadh dengan dukungan dari negara-negara Arab, terutama Uni Emirat Arab, belum mencapai kemenangan yang jelas atas Houthi. Baahkan terlibat dalam kejahatan perang terhadap kemanusiaan dan pembunuhan orang tua, anak-anak, perempuan serta penghancuran struktur infrastruktur sipil berupa sekolah dan rumah sakit. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan anggota koalisi lainnya telah mendapat kecaman dan kutukan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Koalisi itu tidak mencapai kemenangan, meskipun dengan dukungan militer besar-besaran dan penggunaan senjata canggih. Hasilnya sejauh ini adalah kegagalan dalam membuat kemajuan di lapangan dan kegagalan besar untuk menghentikan rudal balistik yang menghantam Arab Saudi secara teratur setiap minggunya.

Surat kabar “Raialyoum” mengutip pendapat ahli Barat tentang sejarah kebijakan Barat terhadap dunia Arab, yang lebih suka untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan, “Paris dan Washington menertawakan Riyadh, dengan memberi angan-angan untuk mencapai kemenangan yang cepat, namun sekarang rekan-rekan Emirat Arab terjerumus di rawa Yaman.”

Baca: Ketabahan Rakyat Yaman Ungkap Kebusukan Saudi, UEA Jadi Budak Israel

Ahli tersebut menambahkan, “Barat, khususnya Washington, tidak bisa membiarkan Arab Saudi untuk mencapai kemenangan di Yaman, kemenangan akan berarti kekalahan Iran dan Huthi, dan akan menjadikan Arab Saudi menemukan kepercayaan diri serta membuatnya menjadi penguasa daerah untuk keputusan dunia Arab dalam kondisi menyusutnya Kairo, terisolasinya Suriah dan bergejolaknya Baghdad. Washington tidak akan mengizinkan Saudi untuk menang. Ini adalah perkara yang harus dipertimbangkan karena Pentagon masih membutuhkan Iran sebagai musuh untuk membenarkan beberapa kebijakan Timur Tengahnya. “

Ahli tersebut menekankan “Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tidak pintar, dan tidak tahu tentang sejarah intrik konspirasi Barat di dunia Arab, jika ia mengkaji artikel pakar politik Amerika Henry Kissinger empat tahun lalu, yang mengatakan bahwa negara-negara Teluk Arab tidak bisa menikmati uang yang dikumpulkan berkat penjualan minyak ke Barat jika terus Mengikuti arahan pengambil keputusan di belakang layar di London, Paris dan Washington dan apa yang terlibat dalam perang ini. Dia adalah korban dari perangkap psikologis dengan mencari kepemimpinan”.

Baca: Houthi: Amerika, Israel Tuan, Saudi dan Teroris Adalah Budak Kejahatan

Sebagai perbandingan, dia mengatakan, “Washington telah memberikan angan-angan kepada mantan Presiden Irak Saddam Hussein untuk bisa campur tangan di Kuwait tanpa reaksi dari masyarakat internasional, kemudian dia jatuh ke dalam perangkap dan Irak terlanda dua perang berturut-turut. Disini, Arab Saudi mematahkan dirinya sendiri dalam perang Yaman disebabkan tipu daya barat”.

Baca: Terorisme dan Wahabi Alat Barat-Saudi Hancurkan Islam

Untuk menguatkan analisa ini sebagai bukti militer, satelit Amerika dan Inggris dapat memantau tempat-tempat roket Houthi yang melanda Arab Saudi tetapi tidak mengebom situs-situs tersebut dan tidak memberikan koordinatnya ke Saudi. ini adalah bukti yang cukup dari maksud yang disengaja untuk mempermalukan Arab Saudi.

Tiga tahun kemudian, roket menghujani Arab Saudi, dan Riyadh terikat dalam rencana Gedung Putih, termasuk yang terkait dengan masa depan Palestina, dan permintaan Israel dalam persahabatan untuk menghadapi Iran.

Saudi juga menderita krisis keuangan setelah menikmati surplus besar. Ya, kehendak Kissinger dan pengikutnya telah terwujud disini. Saudi menghabiskan uangnya dalam perang yang rugi daripada dalam pengembangan. (SFA/Raialyoum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: