Amerika

Analis: AS Tak Mungkin Robek Perjanjian dengan Korut Seperti ke Iran

Trump-Kim Jong-Un

WASHINGTON – Amerika Serikat mungkin tidak akan mematuhi isi perjanjian yang ditandatangani dengan Korea Utara seperti apa yang telah dilakukannya dengan banyak negara lain, termasuk Iran, seorang analis politik mengatakan, seperti dilansir PressTv (13/06).

Michael Jones membuat pernyataan pada hari Selasa, hari yang sama ketika sebuah pertemuan bersejarah diadakan di Singapura antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Baca: John Bolton: Pendekatan AS ke Korut Tidak Efisien

Trump dan Kim menandatangani dokumen yang dideskripsikan oleh pemimpin Amerika sebagai hal yang penting dan komprehensif. Dokumen itu mengatakan AS dan Korea Utara “berkomitmen untuk membangun … hubungan baru … sesuai dengan keinginan rakyat kedua negara untuk perdamaian dan kemakmuran.”

Jones, bagaimanapun, mengatakan bahwa pertanyaannya adalah “apakah ada kesepakatan dengan Amerika Serikat bernilai lembaran yang ditulis dalam dokumen itu.”

Baca: Kim Yo-Jong ‘Senjata Rahasia dan Canggih’ Terbaru Korut

“Kami memiliki contoh perjanjian baru-baru ini yang telah dibuat Amerika Serikat dan mereka tidak mengikuti traktat yang mereka buat, contoh terbaik adalah perjanjian dengan Iran, yang ditandatangani setelah bertahun-tahun negosiasi dan kemudian presiden baru datang, hanya cukup dengan merobek perjanjian tersebut,” katanya kepada Press TV.

“Jadi pertanyaannya, apakah itu akan terjadi dengan Korea?” Tanyanya.

Baca: Provokasi CIA kepada Korut Terkait Senjata Nuklir

Sementara KTT dipandang sebagai ujian untuk diplomasi yang dapat mengakhiri kebuntuan nuklir yang sudah lama berlangsung, para ahli kebijakan luar negeri mengatakan taruhannya tinggi jika diplomasi gagal menghasilkan hasil yang nyata. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: